Detail Metadata Indikator Statistik
Kasus Baru Kusta menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
| Nama Indikator | Kasus Baru Kusta menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas |
|---|---|
| Konsep | Indikator ini menggambarkan jumlah penderita kusta baru yang terdeteksi dan dilaporkan dalam periode tertentu, yang diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, wilayah kecamatan, dan puskesmas. Tujuannya adalah untuk memantau penemuan kasus baru serta memetakan distribusinya secara geografis dan demografis. |
| Definisi | Penderita kusta Seseorang yang mempunyai satu atau lebih tanda utama kusta, yaitu : 1. Kelainan kulit/lesi dapat berbentuk bercak putih atau kemerahan yang mati rasa 2. Penebalan saraf tepi yang disertai dengan gangguan fungsi saraf. Gangguan fungsi saraf bisa berupa gangguan fungsi sensoris, gangguan fungsi motoris, atau gangguan fungsi otonom 3. Adanya basil tahan asam (BTA) di dalam kerokan jaringan kulit (slit skin smear) Penderita tipe PB Penderita kusta yang mempunyai tanda utama seperti berikut : 1. Jumlah bercak kusta 1-5 2. Jumlah penebalan saraf tepi disertai gangguan fungsi hanya 1 saraf 3. Hasil pemeriksaan kerokan jaringan kulit negatif Basil Tahan Asam (BTA) Penderita MB penderita kusta yang mempunyai tanda utama seperti berikut : 1. Jumlah bercak kusta >5 2. Jumlah penebalan saraf tepi disertai gangguan fungsi lebih dari 1 saraf 3. Hasil pemeriksaan kerokan jaringan kulit positif Basil Tahan Asam (BTA) Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR/New Case Detection Rate) Kasus kusta baru yang ditemukan pada periode tertentu per 100.000 penduduk. |
| Interpretasi | Angka tinggi: Bisa menunjukkan dua hal: (1) masih tingginya penularan kusta di masyarakat, atau (2) keberhasilan program penemuan kasus secara aktif. Perlu dianalisis bersama tren tahunan dan data kecacatan tingkat 2 untuk menilai efektivitas deteksi dini. Angka rendah: Bisa berarti penularan menurun, namun juga berpotensi menunjukkan rendahnya penemuan kasus baru akibat keterbatasan surveilans aktif atau hambatan akses pelayanan. Analisis wilayah: Distribusi menurut kecamatan dan puskesmas membantu mengidentifikasi wilayah dengan beban penyakit lebih tinggi sehingga dapat diprioritaskan dalam penyuluhan, skrining aktif, dan intervensi pencegahan. |
| Metode Perhitungan | NCDR = Jumlah kasus kusta yang baru ditemukan pada kurun waktu tertentu di suatu wilayahJumlah penduduk di wilayah dan kurun waktu yang sama x 100.000 |
| Rumus | $NCDR=JumlahkasuskustayangbaruditemukanpadakurunwaktutertentudisuatuwilayahJumlahpendudukdiwilayahdankurunwaktuyangsamax100.000$ |
| Ukuran | Total |
| Satuan | Kasus |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Kasus Baru Kusta |
| Level Estimasi | Kabupaten/Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan 2025 |