Detail Metadata Indikator Statistik
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menurut Jenis Kaelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
| Nama Indikator | Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menurut Jenis Kaelamin, Kecamatan, dan Puskesmas |
|---|---|
| Konsep | Indikator ini menggambarkan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tercatat dalam sistem surveilans kesehatan berdasarkan jenis kelamin, kecamatan, dan Puskesmas. DBD adalah penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) dan kematian, terutama pada anak-anak |
| Definisi | Penderita DBD Penderita demam 2-7 hari yang timbul mendadak, tinggi, terus menerus, disertai manifestasi perdarahan baik yang spontan seperti petekie, purpura, ekimmosis, epistaksi, perdarahan gusi, hematemesis dan atau melena, maupun berupa uji tourniquet positif, Trombositopenia (Trombosit = 100.000/ mm³ , adanya kebocoran plasma (plasma leakage) akibat dari peningkatan permeabilitas vascular yang ditandai salah satu atau lebih tanda berikut : Peningkatan hematokrit/hemokonsentrasi dan hemokonsentrasi = 20% dari nilai baseline atau penurunan sebesar itu pada fase konvalesens, efusi pleura, asites atau hipoprotein/hipoalbuminemia |
| Interpretasi | Jumlah kasus DBD meningkat ? menunjukkan tingginya penularan nyamuk di wilayah tersebut, dapat menjadi tanda potensi KLB. Distribusi menurut jenis kelamin ? dapat menunjukkan kelompok yang lebih rentan (misalnya, di beberapa daerah laki-laki lebih banyak terpapar karena aktivitas luar rumah). Analisis per kecamatan & Puskesmas ? penting untuk memetakan wilayah rawan dan menentukan prioritas intervensi (fogging, PSN 3M Plus, edukasi masyarakat). Tren tahunan/bulanan ? dapat digunakan untuk mendeteksi pola musiman (DBD biasanya meningkat pada musim hujan). Indikator lanjutan ? bisa dihitung Insiden Rate (IR = jumlah kasus ÷ jumlah penduduk × 100.000) untuk membandingkan antar wilayah. |
| Metode Perhitungan | Angka Kesakitan DBD (Incidence Rate) = Jumlah kasus baru DBD pada kurun waktu tertentuJumlah populasi pada kurun waktu yang sama×100.000 Case Fatality Rate DBD = Jumlah kematian yang disebabkan DBD pada kurun waktu tahun tertentu Jumlah penderita penyakit DBD yang ditemukan pada kurun waktu yang sama×100% |
| Rumus | $AngkaKesakitanDBDIncidenceRate=JumlahkasusbaruDBDpadakurunwaktutertentuJumlahpopulasipadakurunwaktuyangsama×100.000,CaseFatalityRateDBD=JumlahkematianyangdisebabkanDBDpadakurunwaktutahuntertentuJumlahpenderitapenyakitDBDyangditemukanpadakurunwaktuyangsama×100$ |
| Ukuran | Total |
| Satuan | Kasus |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) |
| Level Estimasi | kabupaten/Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan 2025 |