Detail Metadata Indikator Statistik
Kesakitan dan Kematian Akibat Malaria menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
| Nama Indikator | Kesakitan dan Kematian Akibat Malaria menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas |
|---|---|
| Konsep | Indikator ini menggambarkan jumlah kasus malaria yang menyebabkan kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) pada penduduk, yang dicatat dan dilaporkan oleh puskesmas maupun fasilitas kesehatan lain, kemudian dianalisis menurut jenis kelamin, wilayah kecamatan, dan puskesmas. |
| Definisi | Suspek Setiap individu yang tinggal di daerah endemik malaria yang menderita demam atau memiliki riwayat demam dalam 48 jam terakhir atau tampak anemi; wajib diduga malaria tanpa mengesampingkan penyebab demam yang lain. Setiap individu yang tinggal di daerah non endemik malaria yang menderita demam atau riwayat demam dalam 7 hari terakhir dan memiliki risiko tertular malaria; wajib diduga malaria. Risiko tertular malaria termasuk riwayat bepergian ke daerah endemik malaria atau adanya kunjungan individu dari daerah endemik malaria di lingkungan tempat tinggal penderita. Malaria positif Seseorang dengan hasil pemeriksaan sediaan darah positif malaria berdasarkan konfirmasi laboratorium (pengujian mikroskopis ataupun Rapid Diagnostic Test (RDT)) Kasus malaria konfirmasi terbagi menjadi kasus malaria indigenous dan kasus malaria impor. |
| Interpretasi | Angka kesakitan tinggi ? menunjukkan masih adanya penularan malaria aktif di suatu wilayah, kemungkinan karena faktor lingkungan (genangan air, vektor nyamuk) dan perilaku masyarakat. Angka kematian tinggi ? menandakan deteksi dini dan pengobatan kurang optimal, atau keterlambatan pasien dalam mengakses layanan kesehatan. Analisis per jenis kelamin ? dapat menunjukkan kelompok lebih rentan (misalnya laki-laki yang bekerja di hutan/tambang atau perempuan hamil yang berisiko malaria berat). Analisis per kecamatan/puskesmas ? membantu mengidentifikasi daerah endemis, memetakan distribusi kasus, dan menentukan prioritas intervensi (penyemprotan rumah, distribusi kelambu, edukasi, dan peningkatan akses diagnosis & pengobatan) |
| Metode Perhitungan | Konfirmasi laboratorium = Jumlah sediaan darah yang dikonfirmasi laboratorium di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu Jumlah suspek di wilayah dan kurun waktu yang sama×100% Persentase Pengobatan standar = Jumlah kasus malaria positif yang diobati sesuai standar program di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu Jumlah kasus malaria positif di wilayah dan kurun waktu yang sama×100% Angka Kesakitan (API) = Jumlah kasus malaria positif (dengan konfirmasi laboratorium) dalam kurun waktu tertentu Jumlah penduduk di wilayah dan kurun waktu yang sama×1.000 Case Fatality Rate (CFR) = Jumlah kasus meninggal karena malaria di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu Jumlah kasus malaria positif di wilayah dan kurun waktu yang sama×100% |
| Rumus | $Konfirmasilaboratorium=JumlahsediaandarahyangdikonfirmasilaboratoriumdisuatuwilayahdalamkurunwaktutertentuJumlahsuspekdiwilayahdankurunwaktuyangsama×100\%,PersentasePengobatanstandar=JumlahkasusmalariapositifyangdiobatisesuaistandarprogramdisuatuwilayahdalamkurunwaktutertentuJumlahkasusmalariapositifdiwilayahdankurunwaktuyangsama×100\%,AngkaKesakitanAPI=JumlahkasusmalariapositifdengankonfirmasilaboratoriumdalamkurunwaktutertentuJumlahpendudukdiwilayahdankurunwaktuyangsama×1.000,CaseFatalityRateCFR=JumlahkasusmeninggalkarenamalariadisuatuwilayahdalamkurunwaktutertentuJumlahkasusmalariapositifdiwilayahdankurunwaktuyangsama×100$ |
| Ukuran | Total |
| Satuan | Kasus |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Kesakitan dan Kematian Akibat Malaria |
| Level Estimasi | Kabupaten/Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan 2025 |