Detail Metadata Indikator Statistik
Bayi Baru Lahir Mendapat IMD* dan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi<6 Bulan menurut Kecamatan dan Puskesmas
| Nama Indikator | Bayi Baru Lahir Mendapat IMD* dan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi<6 Bulan menurut Kecamatan dan Puskesmas |
|---|---|
| Konsep | Indikator ini mengukur proporsi bayi baru lahir yang mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam waktu 1 jam setelah lahir, baik melalui persalinan di fasilitas kesehatan maupun di luar fasilitas dengan bantuan tenaga kesehatan dan mengukur proporsi bayi berusia 0–5 bulan yang mendapat ASI Eksklusif, yaitu hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral). |
| Definisi | Bayi baru lahir mendapat IMD Proses menyusu yang dimulai segera setelah lahir dengan cara kontak kulit ke kulit antara bayi dengan ibunya dan berlangsung minimal 1 (satu) jam Bayi kurang dari 6 bulan Jumlah bayi umur kurang dari 6 bulan yang di-recall saat penimbangan di suatu wilayah Bayi mendapat ASI eksklusif Bayi usia 0 bulan sampai 5 bulan 29 hari yang diberi ASI saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin, dan mineral berdasarkan recall 24 jam Catatan: 1. Pelaporan pemberian ASI dilakukan pada Februari dan Agustus, maka perhitungan Persentase bayi 0-6 bulan yang mendapat ASI eksklusif dihitung dengan mengakumulasi pembilang (bayi 0-6 bulan yang mendapat ASI ekslusif) dan penyebut (jumlah bayi 0-6 bulan yang tercatat dalam register pencatatan pemberian ASI) berdasarkan laporan bulan Februari dan Agustus. 2. Recall dan entri data dilakukan setiap bulan. Rekapitulasi laporan dilakukan bulan Februiari dan Agustus. Laporan tahunan diperoleh melalui penjumlahan data bulan Februari dan Agustus dengan pertimbangan balita yang di-recall pada bulan Februari berbeda dengan bayi yang di-recall pada bulan Agustus. |
| Interpretasi | Persentase tinggi pada IMD dan ASI eksklusif menunjukkan: Ketersediaan tenaga kesehatan yang terlatih dalam praktik IMD. Adanya dukungan fasilitas kesehatan yang ramah bayi dan ibu. Keberhasilan program penyuluhan dan promosi ASI. Persentase rendah bisa menandakan: Kurangnya pengetahuan/kemauan ibu terkait manfaat ASI. Hambatan budaya, sosial, atau ekonomi. Prosedur persalinan yang tidak mendukung IMD (misalnya operasi caesar tanpa rawat gabung). Target nasional: IMD = 80% ASI eksklusif = 70% (mengacu RPJMN & Renstra Kemenkes) |
| Metode Perhitungan | Persentase jumlah bayi baru lahir mendapat IMD = Jumlah bayi baru lahir hidup yang mendapat IMDJumlah seluruh bayi baru lahir hidup x 100% Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif = Jumlah bayi kurang dari 6 bulan masih mendapat ASI eksklusif Jumlah bayi kurang dari 6 bulan yang dilakukan recall x 100% |
| Rumus | $PersentasejumlahbayibarulahirmendapatIMD=JumlahbayibarulahirhidupyangmendapatIMDJumlahseluruhbayibarulahirhidupx100\%,Persentasebayiusiakurangdari6bulanyangmendapatASIeksklusif=Jumlahbayikurangdari6bulanmasihmendapatASIeksklusifJumlahbayikurangdari6bulanyangdilakukanrecallx100\%$ |
| Ukuran | Persentase |
| Satuan | % |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Bayi Baru Lahir Mendapat IMD* dan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi<6 Bulan |
| Level Estimasi | Kabupaten/Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan 2025 |