Detail Metadata Indikator Statistik
Jumlah Tenaga Keperawatan dan Tenaga Kebidanan di Fasilitas Kesehatan
| Nama Indikator | Jumlah Tenaga Keperawatan dan Tenaga Kebidanan di Fasilitas Kesehatan |
|---|---|
| Konsep | Menggambarkan ketersediaan tenaga keperawatan dan kebidanan sebagai bagian dari sumber daya manusia kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Indikator ini mencerminkan kapasitas sistem kesehatan dalam memberikan pelayanan dasar dan penunjang medis. |
| Definisi | Perawat Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi Keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Jenis tenaga keperawatan Jenis tenaga keperawatan antara lain perawat kesehatan masyarakat, perawat kesehatan anak, perawat maternitas, perawat medikal bedah, perawat geriatri, dan perawat kesehatan jiwa. Jenis Tenaga Kebidanan Jenis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga kebidanan sebagaimana adalah bidan. Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang telah teregistrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan Sarana pelayanan kesehatan lain Sarana pelayanan kesehatan lain adalah sarana pelayanan kesehatan selain puskesmas dan rumah sakit yang berada di wilayah kabupaten/kota yang meliputi klinik, tempat praktik mandiri, unit transfusi darah, dan laboratorium kesehatan. Rasio tenaga keperawatan per 100.000 penduduk Rasio tenaga keperawatan per 100.000 penduduk adalah perawat yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk. Rasio tenaga kebidanan per 100.000 penduduk Rasio tenaga kebidanan per 100.000 penduduk adalah bidan yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk. |
| Interpretasi | Semakin besar jumlah perawat dan bidan ? mencerminkan dukungan pelayanan langsung ke pasien terutama di tingkat primer (Puskesmas) dan sekunder (RS). Ketimpangan distribusi tenaga antar wilayah ? menunjukkan adanya tantangan dalam akses layanan kesehatan dasar. Data ini juga digunakan untuk: Merancang kebijakan rekrutmen SDM kesehatan Evaluasi beban kerja SDM Menilai kecukupan tenaga per 10.000 penduduk sesuai standar WHO |
| Metode Perhitungan | Rasio Tenaga Keperawatan per 100.000 Penduduk = Jumlah tenaga keperawatan yang memberikan pelayanan kesehatan di puskesmas,rumah sakit dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu / Jumlah penduduk di wilayah dan tahun yang sama x 100.000 Rasio Tenaga Kebidanan per 100.000 Penduduk = Jumlah bidan yang memberikan pelayanan kesehatan di puskesmas,rumah sakit dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu / Jumlah penduduk di wilayah dan tahun yang sama x 100.000 |
| Rumus | $RasioTenagaKeperawatanper100.000Penduduk=Jumlahtenagakeperawatanyangmemberikanpelayanankesehatandipuskesmas,rumahsakitdansaranapelayanankesehatanlaindisuatuwilayahpadakurunwaktutertentu/Jumlahpendudukdiwilayahdantahunyangsamax100.000.RasioTenagaKebidananper100.000Penduduk=Jumlahbidanyangmemberikanpelayanankesehatandipuskesmas,rumahsakitdansaranapelayanankesehatanlaindisuatuwilayahpadakurunwaktutertentu/Jumlahpendudukdiwilayahdantahunyangsamax100.000$ |
| Ukuran | Total |
| Satuan | Orang |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Tenaga Keperawatan dan Tenaga Kebidanan |
| Level Estimasi | Kabupaten/Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan 2025 |