Detail Metadata Indikator Statistik
Jumlah Kematian Ibu menurut Penyebab, Kecamatan,dan Puskesmas
| Nama Indikator | Jumlah Kematian Ibu menurut Penyebab, Kecamatan,dan Puskesmas |
|---|---|
| Konsep | Indikator ini menyajikan jumlah kematian ibu berdasarkan penyebab kematian, serta lokasi geografis kejadian (tingkat kecamatan dan puskesmas). Indikator ini mendukung pengawasan dan evaluasi deteksi dini risiko kehamilan, intervensi klinis, dan kesiapan sistem rujukan. |
| Definisi | Penyebab Kematian Ibu Penyebab kematian perempuan selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri. Jenis penyebab kematian ibu dapat dikelompokkan menjadi perdarahan, gangguan hipertensi, infeksi, kelainan jantung dan pembuluh darah, gangguan autoimun, gangguan serebrovaskular, COVID-19, komplikasi pasca keguguran (abortus), dan penyebab lainnya. |
| Interpretasi | Kematian akibat penyebab langsung umumnya bisa dicegah dengan pelayanan ANC yang baik, pertolongan persalinan yang tepat, serta sistem rujukan yang cepat. Tingginya angka kematian karena penyebab tidak langsung menunjukkan perlunya deteksi dan penanganan penyakit penyerta selama kehamilan. Distribusi per kecamatan dan puskesmas penting untuk identifikasi wilayah risiko tinggi, dan dasar penguatan program intervensi lokal. |
| Metode Perhitungan | Jumlah Kematian Ibu Menurut Penyebab=Jumlah kasus kematian ibu berdasarkan klasifikasi penyebab |
| Rumus | $JumlahKematianIbuMenurutPenyebab=Jumlahkasuskematianibuberdasarkanklasifikasipenyebab$ |
| Ukuran | Total |
| Satuan | Kematian |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Penyebab Kecamatan Puskesmas |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Kematian Ibu |
| Level Estimasi | Kabupaten/Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan 2025 |