Detail Metadata Indikator Statistik
Jumlah Bayi yang Lahir dari Ibu Reaktif HBsAg dan Mendapatkan HBIG
| Nama Indikator | Jumlah Bayi yang Lahir dari Ibu Reaktif HBsAg dan Mendapatkan HBIG |
|---|---|
| Konsep | Indikator ini menggambarkan jumlah bayi baru lahir dari ibu yang terdeteksi positif (reaktif) Hepatitis B surface Antigen (HBsAg) dan telah mendapatkan imunisasi Hepatitis B dosis imunoglobulin (HBIG) sesuai prosedur pencegahan penularan dari ibu ke anak (vertical transmission). |
| Definisi | Jumlah bayi yang lahir dari ibu HBsAg reaktif Jumlah bayi yang lahir dari ibu yang diperiksa HBsAg, baik menggunakan RDT HBsAg dari Kementerian Kesehatan maupun daerah termasuk metode lainnya seperti Eliza dengan hasil Reaktif atau Positif dalam kurun satu tahun HBIG HBIg (Hepatitis B Immunoglubulin) merupakan serum antibodi spesifik Hepatitis B yang memberikan perlindungan langsung kepada bayi yang lahir dari ibu dengan HBSAg reaktif (positif) HBIg efektif diberikan kepada bayi sebelum 24 jam setelah lahir, tapi kondisi geografis indonesia kadang menyebabkan pemberian lebih dari 24 jam. < 24 Jam Jumlah bayi yang lahir dari ibu HBsAg Reaktif dan mendapatkan HBIg kurang dari 24 Jam sejak dilahirkan dalam kurun satu tahun. = 24 Jam Jumlah bayi yang lahir dari ibu HBsAg Reaktif dan mendapatkan HBIg 24 Jam ke atas sejak dilahirkan dalam kurun satu tahun. < 24 Jam + = 24 Jam Jumlah seluruh bayi yang lahir dari ibu HBsAg Reaktif dan mendapatkan HBIg, baik kurang dari 24 Jam maupun lebih dari 24 jam sejak dilahirkan dalam kurun satu tahun. |
| Interpretasi | Angka tinggi: Mengindikasikan keberhasilan program deteksi dini Hepatitis B dan pencegahan transmisi vertikal, karena bayi dari ibu reaktif HBsAg terlindungi dengan pemberian HBIG tepat waktu. Angka rendah: Dapat menunjukkan hambatan seperti keterlambatan deteksi HBsAg pada ibu hamil, keterbatasan ketersediaan HBIG, kendala logistik, atau kurangnya tenaga terlatih yang dapat memberikan HBIG segera setelah persalinan. Analisis wilayah: Perbandingan antar kecamatan atau puskesmas dapat membantu mengidentifikasi wilayah dengan distribusi HBIG kurang optimal, sehingga perlu peningkatan rantai pasok, pelatihan tenaga kesehatan, atau edukasi ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan HBsAg dan imunisasi bayi segera setelah lahir. |
| Metode Perhitungan | Persentase ODHIV Baru mendapatkan Pengobatan=Jumlah ODHIV baru ditemukan dan mendapat pengobatan / Jumlah ODHIV baru ditemukan x 100% |
| Rumus | $PersentaseODHIVBarumendapatkanPengobatan=JumlahODHIVbaruditemukandanmendapatpengobatan/JumlahODHIVbaruditemukanx100\%$ |
| Ukuran | Persentase |
| Satuan | % |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Bayi yang Lahir dari Ibu Reaktif HBsAg dan Mendapatkan HBIG |
| Level Estimasi | Kabupaten/Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan 2025 |