Detail Metadata Indikator Statistik
Deteksi Dini Hepatitis B pada Ibu Hamil menurut Kecamatan dan Puskesmas
| Nama Indikator | Deteksi Dini Hepatitis B pada Ibu Hamil menurut Kecamatan dan Puskesmas |
|---|---|
| Konsep | Indikator ini menggambarkan jumlah ibu hamil yang telah mendapatkan pemeriksaan deteksi dini Hepatitis B selama masa kehamilan, dikelompokkan menurut wilayah kecamatan dan puskesmas. Pemeriksaan ini bertujuan menemukan sedini mungkin ibu hamil yang terinfeksi virus Hepatitis B agar dapat dilakukan penatalaksanaan dan pencegahan penularan kepada bayi. |
| Definisi | Hepatitis B Penyakit menular dalam bentuk peradangan hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Deteksi Dini Hepatitis B pada Ibu Hamil dilakukan melalui pemeriksaan HbsAg. HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) merupakan antigen permukaan yang ditemukan pada virus hepatitis B yang memberikan arti adanya infeksi hepatitis B Saat ini Program pemerintah untuk Deteksi Dini Hepatitis B menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) HbsAg Jumlah ibu hamil diperiksa HBsAg Semua ibu hamil yang diperiksa HBsAg, baik menggunakan RDT HBsAg dari Kementerian Kesehatan maupun daerah termasuk metode lainnya seperti Elisa dalam kurun satu tahun Reaktif Semua ibu hamil yang diperiksa HBsAg, baik menggunakan RDT HBsAg dari Kementerian Kesehatan maupun daerah termasuk metode lainnya seperti Elisa dengan hasil Reaktif atau Positif dalam kurun satu tahun Non Reaktif Semua ibu hamil yang diperiksa HBsAg, baik menggunakan RDT HBsAg dari Kementerian Kesehatan maupun daerah termasuk metode lainnya seperti Elisa dengan hasil Non Reaktif Negatif dalam kurun satu tahun |
| Interpretasi | Angka tinggi: Menunjukkan keberhasilan program dalam menjangkau ibu hamil untuk pemeriksaan Hepatitis B, sehingga potensi penularan dari ibu ke bayi dapat diminimalkan melalui intervensi yang tepat (misalnya pemberian HBIG + vaksin pada bayi). Angka rendah: Dapat mencerminkan rendahnya cakupan pemeriksaan atau hambatan akses ibu hamil terhadap layanan kesehatan, termasuk kurangnya kesadaran, keterbatasan alat pemeriksaan, atau distribusi tenaga kesehatan. Analisis wilayah: Penting untuk mengidentifikasi kecamatan atau puskesmas dengan cakupan rendah guna intervensi peningkatan layanan, seperti mobile screening atau kampanye pemeriksaan Hepatitis B di posyandu dan kelas ibu hamil. |
| Metode Perhitungan | Persentase bumil diperiksa = Jumlah Ibu hamil diperiksa dalam kurun satu tahun Jumlah ibu hamil dalam kurun waktu yang sama ×100% Persentase bumil reaktif = Jumlah Ibu Hamil Terdeteksi HBsAg Reaktif dalam kurun satu tahun Jumlah Ibu hamil diperiksa HBsAg×100% |
| Rumus | $Persentasebumildiperiksa=JumlahIbuhamildiperiksadalamkurunsatutahunJumlahibuhamildalamkurunwaktuyangsama×100\%,Persentasebumilreaktif=JumlahIbuHamilTerdeteksiHBsAgReaktifdalamkurunsatutahunJumlahIbuhamildiperiksaHBsAg×100\%$ |
| Ukuran | Persentase |
| Satuan | % |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Deteksi Dini Hepatitis B pada Ibu Hamil |
| Level Estimasi | Kabupaten/Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan 2025 |