Detail Metadata Indikator Statistik
Indeks Pemanfaatan Pangan
| Nama Indikator | Indeks Pemanfaatan Pangan |
|---|---|
| Konsep | Pemanfaatan Pangan |
| Definisi | Ukuran dari beberapa indikator yang digunakan untuk menghasilkan skor komposit kondisi pemanfaatan pangan di suatu wilayah |
| Interpretasi | Semakin tinggi nilainya maka akan menggambarkan pemanfaatan pangan di wilayah tersebut semakin baik. |
| Metode Perhitungan | • Menghitung skor setiap indikator dengan mengalikan nilai hasil normalisasi masing-masing indikator ke-i pada kabupaten/kota ke-j dengan 100 (karena nomalisasi membuat data berada dalam rentang [0-1] sementara IKP berada dalam rentang [0-100]) • Menghitung bobot aspek pemanfaatan pangan masing-masing indikator ke-i dengan cara membagi bobot indikator ke-i dengan bobot per aspek pemanfaatan pangan • Menjumlahkan hasil perkalian bobot aspek pemanfaatan masing-masing indikator dengan skor setiap indikator penyusun aspek pemanfaatan |
| Rumus | $-$ |
| Ukuran | Indeks |
| Satuan | - |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | - |
| Apakah Indikator Komposit | Ya |
| Indikator Pembangun | Rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih Persentase keamanan pangan (segar dan siap saji) yang memenuhi standar terhadap total sampel Skor Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar (stunting) |
| Variabel Pembangun | - |
| Level Estimasi | Provinsi - Kabupaten - Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Penyusunan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Nasional dan seluruh Indonesia 2025 |