| Nama Indikator | Persentase Penduduk Terdampak dan Berisiko pada Kondisi KLB (Kejadian Luar Biasa) |
| Konsep | Indikator ini menggambarkan proporsi penduduk yang mengalami dampak langsung atau memiliki risiko tinggi terhadap KLB terhadap total penduduk di kabupaten/kota. Indikator ini digunakan untuk menilai tingkat ancaman KLB dan efektivitas upaya pencegahan serta pengendalian penyakit.
|
| Definisi | Penduduk Berisiko dan Terdampak KLB
Penduduk Berisiko: penduduk yang tinggal di wilayah dengan potensi penularan tinggi (misalnya daerah endemis DBD, diare, leptospirosis, campak, dll.)
Penduduk Terdampak: penduduk yang secara langsung terpapar atau tinggal di wilayah dengan kasus KLB aktif pada periode pengamatan. |
| Interpretasi | semakin tinggi persentase penduduk terdampak dan beresiko KLB, semakin besar perbandingan penduduk terdampak dan beresiko KLB terhadap total penduduk |
| Metode Perhitungan | pembagian |
| Rumus | $\frac{jumlahPendudukTerdampakdan/atauBerisikoKLBĂ—}{totalpenduduk}$ |
| Ukuran | rasio |
| Satuan | persen |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | -
|
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | -
|
| Level Estimasi | kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota di Kota Semarang 2024 |
|---|