| Nama Indikator | Jumlah Pembayaran Cicilan Pokok Utang yang Jatuh Tempo |
| Konsep | Pengeluaran pembiayaan daerah
|
| Definisi | Jumlah total pengeluaran pemerintah daerah yang digunakan untuk membayar pokok pinjaman daerah yang jatuh tempo pada tahun anggaran berjalan, baik yang bersumber dari pinjaman pemerintah pusat, lembaga keuangan dalam negeri, maupun luar negeri. |
| Interpretasi | Peningkatan pembayaran cicilan pokok utang menunjukkan kewajiban keuangan daerah yang sedang berjalan akibat pembiayaan pembangunan sebelumnya. Indikator ini mencerminkan kapasitas daerah dalam memenuhi kewajiban fiskal dan menjaga keberlanjutan keuangan daerah. |
| Metode Perhitungan | Penjumlahan seluruh realisasi pengeluaran untuk pembayaran cicilan pokok pinjaman daerah yang jatuh tempo dalam laporan realisasi APBD tahun anggaran berjalan. |
| Rumus | $JumlahPembayaranCicilanPokokUtang=\sum^n_{i\mathop{=}1}\left(RealisasiPembayaranPokokPinjamanPemerintahPusat+PinjamanDalamNegeri+PinjamanLuarNegeri\right)i$ |
| Ukuran | Nilai |
| Satuan | Rupiah |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah
|
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Pembayaran Cicilan Pokok Utang yang Jatuh Tempo
|
| Level Estimasi | Kabupaten |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sumbawa 2025 |
|---|