Detail Metadata Indikator Statistik
Indeks Kualitas Udara
| Nama Indikator | Indeks Kualitas Udara |
|---|---|
| Konsep | Pencemaran Udara |
| Definisi | Indeks Kualitas Udara (IKU) nasional dihitung dari IKU masing-masing daerah di Indonesia setelah data konsentrasi rata-rata tahunan parameter pencemar udara berupa NO2, SO2 dan PM2,5 dari hasil pengukuran kualitas udara ambien kabupaten/kota. |
| Interpretasi | Semakin tinggi Indeks Kualitas Udara artinya semakin baik kualitas udara pada wilayah tersebut Predikat: - Sangat Baik (90 = IKU = 100) - Baik (70 = IKU < 90) - Cukup Baik (50 = IKU < 70) - Kurang Baik (25 = IKU < 50) - Sangat Kurang Baik (0 = IKU < 25) |
| Metode Perhitungan | Dihitung dari IKU masing-masing daerah di Indonesia setelah data konsentrasi rata-rata tahunan parameter pencemar udara berupa NO2, SO2 dan PM2,5 dari hasil pengukuran kualitas udara ambien kabupaten/kota. Metodologi perhitungan IKU menggunakan metode perhitungan yang digunakan KLHK yang sudah berjalan sampai saat ini |
| Rumus | $IndeksKualitasUdaraProvinsi=\frac{IndeksKualitasUdaraKabKota}{JumlahKabupaten/Kota}$ |
| Ukuran | Indeks |
| Satuan | - |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | - |
| Apakah Indikator Komposit | Ya |
| Indikator Pembangun | Indeks Kualitas Udara Kabupaten/Kota Jumlah kabupaten/kota |
| Variabel Pembangun | - |
| Level Estimasi | Provinsi |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Produk Administrasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Utara 2024 |