| Nama Indikator | Jumlah Kejadian Abrasi |
| Konsep | Data Kejadian Abrasi
|
| Definisi | Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi (Perka BNPB No.7/2012 tentang Pedoman pengelolaan data dan informasi bencana indonesia)
|
| Interpretasi | Dikatakan abrasi ketika sedimen yang berada di pesisir pantai terbawa air laut dalam jumlah yang lebih besar atau sudah melewati ambang batas. Jika hal seperti itu terus terjadi, maka sedimen pada pesisir pantai bukan hanya berkurang, tetapi perlahan-lahan akan habis.
|
| Metode Perhitungan | Penjumlahan |
| Rumus | $\sum^{24}_{n\mathop=1}JumlahKejadianAbrasi$ |
| Ukuran | Jumlah |
| Satuan | Kali/Kejadian |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | -
|
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Kejadian Abrasi
|
| Level Estimasi | - |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Kejadian Bencana 2023 |
|---|