Detail Metadata Indikator Statistik
Tingkat kemiskinan ekstrim
| Nama Indikator | Tingkat kemiskinan ekstrim |
|---|---|
| Konsep | Kemiskinan dipandang sebagai suatu situasi dimana seseorang tidak dapat/mampu memenuhi kebutuhan dasar minimum yang diperlukan untuk hidup layak dan bermartabat. Tidak mudah menentukan atau mendefinisikan kemiskinan karena kemiskinan sendiri bersifat multi dimensi. Oleh karena itu, pemerintah (BPS dan beberapa pihak dalam beberapa seminar dan pertemuan) menyepakati mengukur kemiskinan dari sudut ekonomi dengan pendekatan uang (monetary approach). Langkah selanjutnya adalah menentukan garis kemiskinan yaitu sejumlah rupiah yang diperlukan untuk dapat bertahan hidup layak. Seseorang dengan pendapatan/pengeluaran kurang dari garis kemiskinan tersebut dikategorikan sebagai miskin.
|
| Definisi | Indikator proporsi penduduk dibawah garis kemiskinan internasional adalah persentase penduduk dengan pendapatan kurang dari 1,90 dollar AS pada PPP (Purchasing Power Parity) 2011. Garis kemiskinan nasional pada dasarnya adalah sejumlah uang yang dibutuhkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar minimum untuk hidup layak. Garis kemiskinan dihitung berdasarkan data pengeluaran/konsumsi terdiri dari Garis Kemikinan Makanan yaitu harga dari 2.100 kkal/kapita/hari ditambah dengan Garis Kemiskinan non-makanan yang dihitung dengan metode budget share dari komoditas dalam keranjang non-makanan terhadap kelompok komoditas non-makanan yang dikumpulkan Susenas modul konsumsi. Tingkat kemiskinan ekstrim pada metadata ini mengukur 2 hal, yaitu: 1. Pesentase penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan internasional menurut jenis kelamin, umur, status pekerjaan dan wilayah tempat tinggal (perkotaan/pedesaan) 2. Persentase pekerja yang hidup dibawah garis kemiskinan internasional menurut jenis kelamin, umur, status pekerjaan dan wilayah tempat tinggal (perkotaan/pedesaan). |
| Interpretasi | Konsep pekerja miskin dapat diperoleh dengan mengkombinasikan antara status kemiskinan dan status pekerjaan, yang dimaksudkan seberapa besar mereka walaupun bekerja tetapi hidup dalam kemiskinan. Tingkat kemiskinan pekerja dari seluruh pekerja yang mengkombinasikan informasi pada konsumsi atau pendapaatan rumahtangga dengan variable tenaga kerja formal pada tingkat individu dapat menjelaskan hubungan antara rumahtangga miskin dan ketenagakerjaan. Namun demikian situasi menjadi agak tidak jelas pada tenaga kerja informal. Dengan mengkombinasikan status kemiskinan dengan status pekerja, konsep dari pekerja miskin tergambarkan. Hal ini bertujuan untuk mengukur berapa bekerja dan tidak bekerja yang hidup dalam kemiskinan. |
| Metode Perhitungan | - |
| Rumus | - |
| Ukuran | Persentase |
| Satuan | Persen |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | - |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | - |
| Level Estimasi | Nasional |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Content Based Image Retrieval Sistem (CBIRS) Kayu Cendana dengan Transformasi Wavelet Diskret 2013 |