| Nama Indikator | Jumlah Anggaran Mandatory Spending sesuai Amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) |
| Konsep | mandatory spending
|
| Definisi | Data anggaran belanja pegawai daerah di luar tunjangan guru yang dialokasikan melalui Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). |
| Interpretasi | Semakin tinggi jumlah anggaran mandatory spending, semakin menunjukkan kepatuhan regulasi dan keberpihakan pada layanan dasar publik, namun perlu diimbangi pengelolaan yang efektif agar tidak membatasi fleksibilitas fiskal dan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. |
| Metode Perhitungan | menjumlahkan seluruh alokasi belanja daerah yang diwajibkan sesuai UU No. 1 Tahun 2022 tentang HKPD. |
| Rumus | $JumlahAnggaranMandatorySpending=AlokasiBelanjaWajib1+AlokasiBelanjaWajib2+…+AlokasiBelanjaWajibKe-n$ |
| Ukuran | nilai |
| Satuan | rupiah |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | [32010026] Wilayah
|
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Jumlah Anggaran Mandatory Spending sesuai Amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD)
|
| Level Estimasi | Provinsi |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta 2025 |
|---|