Detail Metadata Indikator Statistik
Indeks Kualitas Udara
| Nama Indikator | Indeks Kualitas Udara |
|---|---|
| Konsep | Pencemaran Udara |
| Definisi | Indeks Kualitas Udara (IKU) nasional dihitung dari IKU masing-masing daerah di Indonesia setelah data konsentrasi rata-rata tahunan parameter pencemar udara berupa NO2, SO2 dan PM2,5 dari hasil pengukuran kualitas udara ambien kabupaten/kota. |
| Interpretasi | Kategori IKU dibagi menjadi 5 tingkatan: 1. Jika nilai IKU berada pada rentang 90 <= x = 100 termasuk kategori Sangat Baik; 2. Jika nilai IKU berada pada rentang 70 <= x < 90 termasuk kategori Baik; 3. Jika nilai IKU berada pada rentang 50 <= x < 70 termasuk kategori Sedang; 4. Jika nilai IKU berada pada rentang 25 <= x < 50 termasuk kategori Kurang; 5. Jika nilai IKU berada pada rentang 0 <= x < 25 termasuk kategori Sangat Kurang; Semakin tinggi nilai Indeks Kualitas Udara, maka semakin baik kondisi kualitas udara di wilayah tersebut. Sebaliknya semakin rendah Indeks Kualitas Udara, maka semakin jelek kondisi kualitas udara di wilayah tersebut. |
| Metode Perhitungan | Dihitung dari IKU masing-masing daerah di Indonesia setelah data konsentrasi rata-rata tahunan parameter pencemar udara berupa NO2, SO2 dan PM2,5 dari hasil pengukuran kualitas udara ambien kabupaten/kota. Metodologi perhitungan IKU menggunakan metode perhitungan yang digunakan KLHK yang sudah berjalan sampai saat ini. |
| Rumus | $IKU=100-\lbrack(\frac{50}{0,9})\times(Ieu-0,1)$ |
| Ukuran | Indeks |
| Satuan | - |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah |
| Apakah Indikator Komposit | Ya |
| Indikator Pembangun | Indeks NO2 (Nitrogen Dioksida) Indeks SO2 (Sulfur Dioksida) |
| Variabel Pembangun | - |
| Level Estimasi | Kabupaten |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Survei Penyusunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamandau 2024 |