Detail Metadata Indikator Statistik
Livable City Index
| Nama Indikator | Livable City Index |
|---|---|
| Konsep | Kota Layak Huni |
| Definisi | Indeks ini didasarkan atas persepsi warga kota terhadap kotanya, mengenai kelayak hunian kota tempat tinggalnya |
| Interpretasi | Indeks ini lebih dimaksudkan untuk mengukur kualitas kehidupan warga kota. Dengan indeks ini, maka identifikasi awal faktor-faktor kritis pembangunan pada masing-masing kota (identifying the hotspot) berdasarkan persepsi dan impresi warganya dapat diketahui secara cepat dan aktual dengan lingkup wilayah sampai tingkat kecamatan |
| Metode Perhitungan | Berdasarkan pada Metode Analytical Hierarchical Process (AHP) yang dicetuskan oleh Thomas Saaty digunakan untuk menentukan bobot dari setiap aspek. Indeks Kota Layak Huni terdiri dari aspek Keamanan Kota, Fasilitas Keamanan, Politik kota, Keselamatan Kota, Kesehatan Kota, Fasilitas Kesehatan, Kebersihan Kota, Persampahan, Perekonomian Kota, Fasilitas Ekonomi, Sektor Informal Kota, Ketercukupan Pangan, Informasi Pembangunan dan Partisipasi Masyarakat, Perumahan, Fasilitas Pendidikan, Fasilitas Administrasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Fasilitas Peribadatan, Fasilitas Taman Kota, Fasilitas Olahraga, Fasilitas Kesenian dna Budaya, Fasilitas Rekreasi, Fasilitas Pejalan Kaki, Fasilitas Kelompok Rentan, Transportasi, Pengelolaan Air Limbah, Jaringan Komunikasi, Penataan Kota, Pengelolaan Pertanahan, Partisipasi Masyarakat. Dengan teknik pengumpulan data berdasarkan kuisioner maupun wawancara. contohnya di bawah ini: |
| Rumus | $-$ |
| Ukuran | bobot |
| Satuan | satuan |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Jawaban setiap atribut pertanyaan dinyatakan dalam skala Likert 1 – 5, dimana (1) Sangat Setuju; (2) Tidak Setuju; (3) Ragu- ragu; (4) Setuju; (5) Sangat Setuju |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | - |
| Level Estimasi | Tingkat Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Survey Pelayanan Infrastruktur dan Kota Layak Huni 2025 |