| Nama Indikator | Luasan Kawasan Permukiman Kumuh |
| Konsep | Permukiman Kumuh
|
| Definisi | Luasan kawasan permukiman yang tidak layak huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat. |
| Interpretasi | <19: tidak kumuh, 19-44: kumuh ringan, 45-70: kumuh sedang, 71-95: kumuh berat |
| Metode Perhitungan | Menjumlahkan skor kekumuhan aspek bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, dan proteksi kebakaran untuk setiap wilayah. Kemudian menjumlahkan luas wilayah yang memiliki skor 19 ke atas (kondisi kumuh ringan, kumuh sedang, dan kumuh berat). |
| Rumus | $-$ |
| Ukuran | Total |
| Satuan | Hektar |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah Kondisi Awal, Kontribusi Penanganan, Kondisi Akhir
|
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Bangunan Gedung Jalan Lingkungan Penyediaan Air Minum Drainase Lingkungan Pengelolaan Air Limbah Pengelolaan Persampahan Proteksi Kebakaran
|
| Level Estimasi | Kelurahan |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Luasan Kawasan Permukiman Kumuh di Kota tegal 2025 |
|---|