Detail Metadata Indikator Statistik
Perkuatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana
| Nama Indikator | Perkuatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana |
|---|---|
| Konsep | Skor akumulasi dari jawaban-jawaban variabel berikut: 1. Rencana Kontijensi Gempabumi 2. Rencana Kontijensi Tsunami 3. Sistem Peringatan Dini Bencana Tsunami 4. Rencana Evakuasi Bencana Tsunami 5. Rencana Kontijensi Banjir 6. Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir 7. Rencana Kontijensi Tanah Longsor 8. Sistem Peringatan Dini Bencana Tanah Longsor 9. Rencana Kontijensi Kebakaran Lahan dan Hutan 10. Sistem Peringatan Dini Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan 11. Rencana Kontijensi Erupsi Gunungapi 12. Sistem Peringatan Dini Bencana Erupsi Gunungapi 13. Infrastruktur evakuasi bencana erupsi Gunungapi 14. Rencana Kontijensi Kekeringan 15. Sistem Peringatan Dini Bencana Kekeringan 16. Rencana Kontijensi Banjir Bandang 17. Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir Bandang 18. Penentuan Status Tanggap Darurat 19. Penerapan Sistem Komando operasi darurat 20. pengerahan tim kaji cepat ke lokasi bencana 21. Pengerahan Tim Penyelamatan dan Pertolongan Korban 22. Perbaikan Darurat 23. Pengerahan Bantuan pada masyarakat terjauh 24. Penghentian Status Tanggap Darurat Bencana |
| Definisi | Perkuatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana adalah skor akumulasi dari ketersediaan dalam variabel-variabel perkuatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana |
| Interpretasi | Nilai perkuatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana berpengaruh 35% terhadap Indeks Ketahanan Daerah/Indeks Kapasitas Daerah (IKD). Perkuatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana dibagi menjadi dua sasaran: 1. Peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana (21%), dengan bobot pada masing-masing variabel sebesar: Rencana kontijensi gempa bumi (6%), Rencana kontijensi tsunami (6%), Sistem peringatan dini bencana tsunami (6%), Rencana evakuasi bencana tsunami (6%), Rencana kontijensi banjir (6%), Sistem peringatan dini bencana banjir (6%), Rencana kontijensi tanah longsor (6%), Sistem peringatan dini bencana tanah longsor (6%), Rencana kontijensi kebakaran lahan hutan (6%), Sistem peringatan dini bencana kebakaran lahan hutan (6%), Rencana kontijensi erupsi gunung api (6%), Sistem peringatan dini bencana erupsi gunung api (6%), Infrastruktur evakuasi bencana erupsi gunung api (6%), Rencana kontijensi kekeringan (6%), Sistem peringatan dini bencana kekeringan (6%), Rencana kontijensi banjir bandang (6%), Sistem peringatan dini bencana banjir bandang (6%) 2. Peningkatan efektivitas penanganan darurat bencana (14%), dengan bobot pada masing-masing variabel sebesar: Penentuan status tanggap darurat (20%), Penerapan sistem komando operasi darurat (15%), Pengerahan tim kaji cepat ke lokasi bencana (20%), Pengerahan tim penyelamatan dan pertolongan korban (15%), Perbaikan darurat (10%), Pengerahan bantuan pada masyarakat terjauh (10%), Penghentian status tanggap darurat (10%) |
| Metode Perhitungan | Ketentuan nilai respon: - Pada pertanyaan (1): Apabila respon = 0, maka nilai respon = 1 Apabila respon = 1, maka nilai respon = 0 - Pada pertanyaan (2): Apabila pertanyaan (1) memiliki respon = 0, maka nilai respon pertanyaan (2) = 0 Apabila pertanyaan (1) memiliki respon = 1 dan pertanyaan (2) memiliki respon = 0 , maka nilai respon pertanyaan (2) = 0 Apabila pertanyaan (1) memiliki respon = 1 dan pertanyaan (2) memiliki respon = 1 , maka nilai respon pertanyaan (2) = 1 - Pada pertanyaan (3): Apabila pertanyaan (1), pertanyaan (2), pertanyaan (3), semuanya memiliki respon = 1, maka nilai respon pertanyaan (3) = 1 Selain dari ketentuan di atas, nilai respon pertanyaan (3) = 0 - Pada pertanyaan (4): Apabila pertanyaan (1), pertanyaan (2), pertanyaan (3), dan pertanyaan (4), semuanya memiliki respon = 1, maka nilai respon pertanyaan (4) = 1 Selain dari ketentuan di atas, nilai respon pertanyaan (4) = 0 |
| Rumus | $\begin{equation*} Nilaiindikator=?^4_{i=1}Nilaisetiapvariabel;Nilaisetiapvariabel=nilaikepentingan×levelsetiapvariabel;Nilaikepentingan=\frac{\left(\frac{\% bobottiapvariabel}{jumlahpembagiansasarandalamtiapindikator}\right)}{5};Levelsetiapvariabel=indekssetiapvariabel=totalnilairespon;Totalnilairespon=?^4_{i=1}Nilairespon \end{equation*}$ |
| Ukuran | Skor |
| Satuan | Persen |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Rencana Kontijensi Gempabumi, Rencana Kontijensi Tsunami, Sistem Peringatan Dini Bencana Tsunami, Rencana Evakuasi Bencana Tsunami, Rencana Kontijensi Banjir, Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir, Rencana Kontijensi Tanah Longsor, Sistem Peringatan Dini Bencana Tanah Longsor, Rencana Kontijensi Kebakaran Lahan dan Hutan, Sistem Peringatan Dini Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan, Rencana Kontijensi Erupsi Gunungapi, Sistem Peringatan Dini Bencana Erupsi Gunungapi, Infrastruktur evakuasi bencana erupsi Gunungapi, Rencana Kontijensi Kekeringan, Sistem Peringatan Dini Bencana Kekeringan, Rencana Kontijensi Banjir Bandang, Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir Bandang, Penentuan Status Tanggap Darurat, Penerapan Sistem Komando operasi darurat, Pengerahan tim kaji cepat ke lokasi bencana, Pengerahan Tim Penyelamatan dan Pertolongan Korban, Perbaikan Darurat |
| Level Estimasi | Kabupaten/Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Tidak |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Indeks Risiko Bencana Berdasarkan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur 2025 |