Detail Metadata Indikator Statistik
Peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana
| Nama Indikator | Peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana |
|---|---|
| Konsep | Skor akumulasi dari jawaban-jawaban variabel berikut: 1. Penerapan sumur resapan dan/atau biopori untuk peningkatan efektivitas pencegahan dan mitgasi bencana banjir 2. Perlindungan daerah tangkapan air 3. Restorasi Sungai 4. Penguatan Lereng 5. Penegakan Hukum untuk Peningkatan Efektivitas Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan 6. Optimalisasi pemanfaatan air permukaan 7. Pemantauan berkala hulu sungai 8. Penerapan Bangunan Tahan Gempabumi 9. Tanaman dan/atau bangunan penahan gelombang tsunami 10. Revitalisasi tanggul, embung, waduk dan taman kota 11. Restorasi lahan gambut 12. Konservasi vegetatif DAS rawan longsor |
| Definisi | Peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana adalah skor akumulasi dari ketersediaan dalam variabel-variabel peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana |
| Interpretasi | Nilai peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana berpengaruh 21% terhadap Indeks Ketahanan Daerah/Indeks Kapasitas Daerah (IKD). Peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana dibagi menjadi dua sasaran: 1. Efektivitas pencegahan bencana (12,6%), dengan bobot pada masing-masing variabel sebesar: Penerapan sumur resapan dan/atau biopori (14%), Perlindungan daerah tangkapan air (14%), Restorasi sungai (14%), Penguatan lereng (14%), Penegakan hukum (14%), Optimalisasi pemanfaatan air permukaan (14%), Pemantauan berkala hulu sungai (14%) 2. Efektivitas mitigasi bencana (8,4%), dengan bobot pada masing-masing variabel sebesar: Penerapan bangunan tanah gempa bumi (20%), Tanaman dan/atau bangunan penahan gelombang tsunami (20%), Revitalisasi tanggul, embung, waduk, dan taman kota (20%), Restorasi lahan gambut (20%), Konservasi vegetatif DAS rawan longsor (20%) |
| Metode Perhitungan | Ketentuan nilai respon: - Pada pertanyaan (1): Apabila respon = 0, maka nilai respon = 1 Apabila respon = 1, maka nilai respon = 0 - Pada pertanyaan (2): Apabila pertanyaan (1) memiliki respon = 0, maka nilai respon pertanyaan (2) = 0 Apabila pertanyaan (1) memiliki respon = 1 dan pertanyaan (2) memiliki respon = 0 , maka nilai respon pertanyaan (2) = 0 Apabila pertanyaan (1) memiliki respon = 1 dan pertanyaan (2) memiliki respon = 1 , maka nilai respon pertanyaan (2) = 1 - Pada pertanyaan (3): Apabila pertanyaan (1), pertanyaan (2), pertanyaan (3), semuanya memiliki respon = 1, maka nilai respon pertanyaan (3) = 1 Selain dari ketentuan di atas, nilai respon pertanyaan (3) = 0 - Pada pertanyaan (4): Apabila pertanyaan (1), pertanyaan (2), pertanyaan (3), dan pertanyaan (4), semuanya memiliki respon = 1, maka nilai respon pertanyaan (4) = 1 Selain dari ketentuan di atas, nilai respon pertanyaan (4) = 0 |
| Rumus | $\begin{equation*} Nilaiindikator=?^4_{i=1}Nilaisetiapvariabel;Nilaisetiapvariabel=nilaikepentingan×levelsetiapvariabel;Nilaikepentingan=\frac{\left(\frac{\% bobottiapvariabel}{jumlahpembagiansasarandalamtiapindikator}\right)}{5};Levelsetiapvariabel=indekssetiapvariabel=totalnilairespon;Totalnilairespon=?^4_{i=1}Nilairespon \end{equation*}$ |
| Ukuran | Skor |
| Satuan | Persen |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Penerapan sumur resapan dan/atau biopori untuk peningkatan efektivitas pencegahan dan mitgasi bencana banjir, perlindungan daerah tangkapan air, restorasi Sungai, penguatan Lereng, penegakan hukum untuk Peningkatan Efektivitas Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan, Optimalisasi pemanfaatan air permukaan, Pemantauan berkala hulu sungai, Penerapan Bangunan Tahan Gempabumi, Tanaman dan/atau bangunan penahan gelombang tsunami, Revitalisasi tanggul, embung, waduk dan taman kota, Restorasi lahan gambut, Konservasi vegetatif DAS rawan longsor |
| Level Estimasi | Kabupaten/Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Tidak |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Indeks Risiko Bencana Berdasarkan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur 2025 |