Detail Metadata Indikator Statistik
Indeks Lansia Berdaya
| Nama Indikator | Indeks Lansia Berdaya |
|---|---|
| Konsep | Lansia yang tangguh yaitu sehat, aktif, mandiri dan produktif melalui penerapan 7 (tujuh) dimensi Lansia Tangguh, yaitu dimensi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional dan lingkungan |
| Definisi | Indeks lansia berdaya adalah indeks komposit yang menggambarkan tentang lansia yang memenuhi indikator dimensi lansia tangguh yaitu dimensi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional dan lingkungan |
| Interpretasi | Indeks lansia berdaya menunjukkan tingkat ketangguhan dan keberdayaan lansia, dimana semakin tinggi angkanya menunjukkan semakin tangguh/berdaya lansia tersebut. |
| Metode Perhitungan | dengan Keterangan : Di : dimensi ke-i, dan wi : bobot ke-i; dimana i = 1,2,...,7. Adapun bobot untuk masing-masing dimensi adalah w1 = 0,1; w2 = 0,1; w3 = 0,2; w4 = 0,1; w5 = 0,25; w6 = 0,15; dan w7 = 0,1 D1 : dimensi spiritual (Sp), adalah persentase keluarga punya lansia atau keluarga lansia yang setiap anggota keluarga usia 10 tahun ke atas menjalankan ibadah secara rutin sesuai dengan tuntunan agama atau kepercayaan yang dianut; D2 : dimensi intelektual (In), adalah persentase keluarga punya lansia atau keluarga lansia dimana terdapat paling sedikit 1 (satu) lansia yang pendidikan terakhir minimal SLTP; D3 : dimensi fisik (Fs), adalah persentase keluarga punya lansia atau keluarga lansia yang setiap anggota keluarganya makan "makanan beragam" (makanan pokok, sayur/buah dan lauk) paling sedikit 2 (dua) kali sehari; D4 : dimensi emosional (Es), adalah persentase keluarga punya lansia atau keluarga lansia yang tidak terdapat konflik diantara anggota keluarga (tanpa tegur sapa, pisah ranjang antara suami dan istri, pergi dari rumah/minggat, serta kekerasan dalam rumah tangga); D5 : dimensi sosial kemasyarakatan (SK), adalah persentase keluarga punya lansia atau keluarga lansia yang memiliki lansia dan atau lansia, adalah persentase keluarga punya lansia atau keluarga lansia yang memiliki lansia dan atau lansia (umur diatas 60 tahun) ikut kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL); D6 : dimensi vokasionbal (PV), adalah persentase keluarga punya lansia atau keluarga lansia dimana terdapat paling sedikit 1 (satu) lansia yang bekerja ; D7 : dimensi lingkungan (Lk), adalah persentase keluarga punya lansia atau keluarga lansia ikut serta dalam kegiatan sosial/gotong royong di lingkungan RT. Indeks Lansia Tangguh dihitung dengan pendekatan agregat dimensi, dimana setiap dimensi dihitung tingkat pencapaiannya kemudian dilakukan agreget pada seluruh dimensi dan masing-masing dimensi memiliki tingkat kepentingan bobot yang berbeda. Indeks lansia tangguh bernilai 0-100, dengan arti semakin tinggi nilainya berarti semakin baik/tangguh lansianya. |
| Rumus | $indeks=\sum^7_{i\mathop{=}1}(W_iD_i)$ |
| Ukuran | Indeks |
| Satuan | Tanpa satuan |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Tekstual (Narasi) Periode Wilayah |
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Dimensi spiritual Dimensi intelektual Dimensi fisik Dimensi emosional Dimensi sosial kemasyarakatan Dimensi vokasional Dimensi lingkungan Dimensi Ketentraman Dimensi sosial kemasyarakatan |
| Level Estimasi | Kota |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Survei Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) Kota Prabumulih 2025 |