| Nama Indikator | Rasio jumlah penduduk desa per tenaga kesehatan terhadap kepadatan penduduk |
| Konsep | Jumlah tenaga kesehatan terdiri atas: dokter, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, pranata laboratorium, ahli gizi, sanitarian, sarjana kesehatan masyakarat, asisten apoteker, perawat gizi, pelaksana kesehatan, penata rontgen, dan tenaga kesehatan lainnya dibandingkan kepadatan penduduk
|
| Definisi | Jumlah tenaga kesehatan terdiri atas: dokter, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, pranata laboratorium, ahli gizi, sanitarian, sarjana kesehatan masyakarat, asisten apoteker, perawat gizi, pelaksana kesehatan, penata rontgen, dan tenaga kesehatan lainnya dibandingkan kepadatan penduduk |
| Interpretasi | semakin banyak tenaga kesehatan di suatu wilayah maka diasumsikan akan semakin rendah angka kesakitan penduduk (morbiditas) |
| Metode Perhitungan | Jumlah tenaga kesehatan dibandingkan kepadatan penduduk |
| Rumus | $-$ |
| Ukuran | Rasio |
| Satuan | - |
| Variabel Disaggregasi/ Klasifikasi Penyajian | Wilayah
|
| Apakah Indikator Komposit | Tidak |
| Indikator Pembangun | - |
| Variabel Pembangun | Jumlah tenaga kesehatan kepadatan penduduk
|
| Level Estimasi | Desa/Kelurahan |
| Apakah indikator dapat diakses umum | Ya |
| Kegiatan Statistik | Kompilasi Data Penyusunan Peta Ketahanan Dan Kerentanan Pangan Atau Food Security And Vulnerability Atlas (FSVA) Kabupaten Sumba Tengah 2024 |
|---|