← Kembali ke Daftar
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Kompilasi Data Profil Kesehatan Kabupaten Langkat
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat
Alamat Lengkap
Jln. Imam Bonjol No. 53
Telepon
0618910444
Faksimile
0618910444
Email
dinkeskablangkat@gmail.com
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
-
Nama PJ Teknis
Sri Mahyuni,S.KM
Jabatan
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat
Alamat
dinkeskablangkat@gmail.com
Telepon
0618910444
Faksimile
-
Email
dinkeskablangkat@gmail.com
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Pembangunan kesehatan merupakan upaya yang dilakukan oleh semua bidang kesehatan dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kesehatan merupakan modal dasar dalam meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang produktif, baik secara sosial maupun ekonomis. Dalam rangka mendukung hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat melakukan kompilasi administrasi melalui penyusunan Profil Kesehatan Kabupaten Langkat setiap tahunnya. Kegiatan statistik sektoral ini memiliki poin-poin latar belakang sebagai berikut:
1.Referensi Kinerja Pembangunan: Profil Kesehatan merupakan salah satu referensi utama untuk memantau pencapaian hasil pembangunan kesehatan serta kinerja pelayanan bidang kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Langkat.
2.Penyediaan Data Akurat: Sebagai publikasi yang komprehensif, kegiatan ini bertujuan menyediakan data dan informasi kesehatan yang akurat sebagai parameter keberhasilan pembangunan kesehatan hingga tahun 2024.
3.Metodologi Penyusunan: Proses penyusunan dilakukan melalui pengumpulan data lampiran tabel-tabel, penyusunan narasi, serta lampiran pendukung lainnya untuk memastikan informasi yang dihasilkan bersifat valid.
4.Landasan Yuridis dan Standarisasi: Proses penyusunan merujuk pada Surat Edaran Sekjen Kemenkes No. HK.02.02/III/9190/2022 tentang Standar Instrumen Profil Kesehatan Kabupaten. Rujukan ini menjadi dasar penyempurnaan materi sesuai dengan masukan dari para pengelola program kesehatan.
5.Instrumen Pengambilan Keputusan: Hasil dari statistik sektoral ini diharapkan dapat menjadi alat evaluasi hasil pembangunan kesehatan serta menjadi landasan bagi para penentu kebijakan dalam pengambilan keputusan yang berbasis data di Kabupaten Langkat.
Tujuan Kegiatan
Tujuan Kegiatan Kompilasi data profil Kesehatan Kabupaten Langkat Tahun 2024, sebagai berikut 1.Menyediakan data dan informasi kesehatan yang komprehensif dan akurat sebagai parameter utama keberhasilan pembangunan kesehatan di Kabupaten Langkat hingga tahun 2024. 2.Menjadi alat untuk memantau, mengevaluasi hasil pembangunan, serta mengukur kinerja pencapaian pelayanan bidang kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Langkat. 3.Memastikan data kesehatan terkumpul secara sistematis melalui proses pengumpulan tabel, narasi, dan lampiran pendukung.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 Januari 2025 - 30 Januari 2025
Desain
1 Januari 2025 - 30 Januari 2025
Pengumpulan Data
1 Februari 2025 - 1 April 2025
Pengolahan Data
1 April 2025 - 30 Juni 2025
Analisis
1 Juli 2025 - 31 Juli 2025
Diseminasi
1 Agustus 2025 - 31 Agustus 2025
Evaluasi
1 September 2025 - 15 September 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 35 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Kasus baru DBD Kasus DBD Jumlah kasus baru DBD pada kurun waktu tertentu Tahunan
Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Tambah Darah 90 Ibu HamilBagian dari populasi ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah sesuai standar minimal 90 tablet selama masa kehamilan dengan sekurang-kurangnya setiap tablet mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat.Tahunan
Kematian NeonatalKematian/Mortalitas, Bayianak yang meninggal dalam periode 28 hari pertama kehidupan untuk setiap 1.000 kelahiran hidup.Tahunan
Kematian bayiBayi (0-11 bulan)kematian bayi berumur di bawah satu tahun pada setiap 1.000 kelahiran hidup.Tahunan
bayi berusia 0-5 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif Air Susu Ibubayi berusia 0—5 bulan yang mendapatkan air susu ibu sejak dilahirkan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain.Tahunan
Kematian IbuKematian Ibu/Maternal MortalityPerempuan yang meninggal dari suatu penyebab kematian yang terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan, bunuh diri atau kasus insidentil) selama masa kehamilan, melahirkan, dan masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan untuk setiap 100.000 kelahiran hidupTahunan
Kesakitan MalariaKasus MalariaBanyaknya kasus positif malaria yang dibuktikan dengan pemeriksaan sediaan darah pada setiap 1000 penduduk.Tahunan
Konfirmasi laboratorium pada suspek malariaKasus suspek malariaPersentase dari hasil konfirmasi laboratorium yang positif terhadap suspek malariaTahunan
Pengobatan standar kasus malaria positifKasus malaria Jumlah kasus malaria positif yang diobati sesuai standar program di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu Tahunan
Kematian Akibat Malaria kasus malaria Jumlah kasus meninggal karena malaria disuatu wilayah dalam kurun waktu tertentu Tahunan
Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Tahunan
Rumah Sakit Khusus Rumah Sakit Khusus Rumah Sakit Khusus adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan, umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya Tahunan
Rumah Sakit Umum Rumah Sakit Umum Rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit Tahunan
Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat Fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya. Tahunan
Puskesmas non-rawat Inap Puskesmas non-Rawat Inap Puskesmas non-Rawat Inap adalah puskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat inap kecuali pertolongan persalinan normal Tahunan
Puskesmas Keliling Puskesmas Keliling Puskesmas keliling adalah puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan yang sifatnya bergerak (mobile) untuk meningkatkan jangkauan mutu dan pelayanan bagi masyarakat di wilayah kerja puskesmas yang belum terjangkau oleh pelayanan dalam gedung puskesmasTahunan
Puskesmas pembantuPuskesmas pembantuPuskesmas Pembantu adalah puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja puskesmasTahunan
Jaminan Kesehatan NasionalJaminan Pemeliharaan KesehatanPenduduk yang mendapatkan perlindungan kesejahteraan.Tahunan
Stunting (Balita Pendek)Balita (6-59 bulan)Balita umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut umur (TB/U) memiliki Z score kurang dari -2 SDTahunan
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)Posyandu adalah suatu upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang bertujuan mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu, bayi, dan balita. Tahunan
Keluarga dengan Fasilitas Sanitasi LayakSanitasi KKKepala Keluarga yang memiliki akses sanitasi layak bersama, akses sanitasi layak sendiri, dan akses sanitasi aman.Tahunan
Kasus baru kustaKasus baru kustaKasus baru kusta adalah kasus kusta baru yang ditemukan pada periode tertentu pada setiap 100.000 penduduk.Tahunan
Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR)Kasus baru kustaNew Case Detection Rate adalah Kasus kusta baru yang ditemukan pada periode tertentu per 100.000 pendudukTahunan
Persentase Kasus Baru Kusta anak < 15 TahunKasus baru kustaPersentase penderita kasus kusta baru anak usia 0 - < 15 tahunTahunan
Persentase Cacat Tingkat 0 Penderita KustaPenderita KustaPersentase kasus kusta baru yang tidak memiliki kelainan sensorik maupun anatomisTahunan
Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita KustaPenderita KustaPersentase kasus kusta baru yang memiliki kelainan anatomis pada mata, tangan, dan kakiTahunan
Angka Cacat Tingkat 2 Penderita KustaPenderita KustaJumlah kasus baru dengan cacat tingkat 2 yang ditemukan pada periode satu tahun per 1000000 pendudukTahunan
Angka Prevalensi Kusta Penderita KustaJumlah kasus kusta terdaftar pada wilayah dan waktu tertentu per 10000 pendudukTahunan
Persentase Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB)Penderita KustaJumlah kasus kusta baru PB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu atau disebut 6 blister dalamm 6-9 bulan. Penderita kusta baru PB diambil dari penderita kusta baru PB yang masuk dalam kohort yang sama 1 tahun sebelumnya, misalnya untuk mencari RFT rate PB Tahun 2021, maka dapat dihitung dari penderita baru PB tahun 2020 yang menyelesaikan pengobatan tepat waktuTahunan
Persentase Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB)Penderita KustaJumlah kasus kusta baru MB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (12 blister dalam 12-18 bulan). Penderita kusta MB merupakan penderita pada kohort yang sama, yaitu diambil dari penderita baru MB yang masuk dalam kohort yang sama 2 tahun sebelumnya, misalnya: untuk mencari RFT rate tahun 2021, maka dapat dihitung dari penderita baru tahun 2019 yang menyelesaikan pengobatan (Multi Drug Therapy/MDT) tepat waktu.Tahunan
DokterDokterDokter adalah lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatan.Tahunan
Dokter SpesialisDokterDokter spesialis, dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Tahunan
Dokter UmumDokter UmumDokter lulusan pendidikan kedokteran baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Tahunan
Dokter GigiDokterLulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatan gigi.Tahunan
Tenaga Medis Tenaga KesehatanTenaga kesehatan yang berhubungan dengan bidang kedokteran, mencakup dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis.Tahunan
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
No Nama Provinsi Kabupaten/Kota
1. SUMATERA UTARA LANGKAT
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Lainnya, Tabel data dari setiap bidang dinkes
Unit Pengumpulan Data
- Lainnya, Bidang di Dinkes Langkat
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Lainnya, Desk Evaluation
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Tidak
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, Fasilitas Layanan Kesehatan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Lainnya: Fasilitas Layanan Kesehatan
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Ya 31 Agustus 2025
Digital (Softcopy) Ya 31 Agustus 2025
Data Mikro Tidak -
Variabel Kegiatan
35 variabel yang diolah/dikumpulkan
Tenaga Medis
Ordinal/numerik • -
Tenaga kesehatan yang berhubungan dengan bidang kedokteran, mencakup dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis.
["Tenaga Kesehatan\t\t"]Lihat →
Dokter Gigi
Ordinal/numerik • -
Lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatan gigi.
["Dokter\t\t \t\t"]Lihat →
Dokter Umum
Ordinal/numerik • -
"Dokter lulusan pendidikan kedokteran baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan."
["Dokter Umum\t\t\t\t \t\t\t\t"]Lihat →
Dokter Spesialis
Ordinal/numerik • -
"Dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia s
["Dokter\t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Dokter
Ordinal/numerik • -
Dokter adalah lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatan.
["Dokter\t\t\t\t"]Lihat →
Persentase Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB)
Ordinal/numerik • -
"Jumlah kasus kusta baru MB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (12 blister dalam 12-18 bulan). Penderita kusta MB merupakan penderi
["Penderita Kusta\t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Persentase Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB)
Ordinal/numerik • -
Jumlah kasus kusta baru PB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu atau disebut 6 blister dalamm 6-9 bulan. Penderita kusta baru PB diamb
["Penderita Kusta\t\t \t\t \t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Angka Prevalensi Kusta
Ordinal/numerik • -
Jumlah kasus kusta terdaftar pada wilayah dan waktu tertentu per 10000 penduduk
["Penderita Kusta\t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta
Ordinal/numerik • -
Jumlah kasus baru dengan cacat tingkat 2 yang ditemukan pada periode satu tahun per 1000000 penduduk
["Penderita Kusta\t\t \t\t"]Lihat →
Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta
Ordinal/numerik • -
Persentase kasus kusta baru yang memiliki kelainan anatomis pada mata, tangan, dan kaki
["Penderita Kusta\t\t \t\t"]Lihat →
Persentase Cacat Tingkat 0 Penderita Kusta
Ordinal/numerik • -
Persentase kasus kusta baru yang tidak memiliki kelainan sensorik maupun anatomis
["Penderita Kusta\t\t \t\t"]Lihat →
Persentase Kasus Baru Kusta anak < 15 Tahun
Ordinal/numerik • -
Persentase penderita kasus kusta baru anak usia 0 - < 15 tahun
["Kasus baru kusta\t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR)
Ordinal/numerik • -
New Case Detection Rate adalah Kasus kusta baru yang ditemukan pada periode tertentu per 100.000 penduduk
["Kasus baru kusta\t\t \t\t"]Lihat →
Kasus baru kusta
Ordinal/numerik • -
Kasus baru kusta adalah kasus kusta baru yang ditemukan pada periode tertentu pada setiap 100.000 penduduk.
["Kasus baru kusta\t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t"]Lihat →
Keluarga dengan Fasilitas Sanitasi Layak
Ordinal/numerik • -
Kepala Keluarga yang memiliki akses sanitasi layak bersama, akses sanitasi layak sendiri, dan akses sanitasi aman.
["Sanitasi KK\t\t \t\t \t\t \t\t \t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
Ordinal/numerik • -
"Posyandu adalah suatu upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang bertujuan mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pela
["Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)\t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t"]Lihat →
Stunting (Balita Pendek)
Ordinal/numerik • -
Balita umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut umur (TB/U) memiliki Z score kurang dari -2
["Balita (6-59 bulan)\t\t \t\t \t\t \t\t \t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Jaminan Kesehatan Nasional
Ordinal/numerik • -
Penduduk yang mendapatkan perlindungan kesejahteraan.
["Jaminan Pemeliharaan Kesehatan\t\t \t\t \t\t \t\t \t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Puskesmas pembantu
Ordinal/numerik • -
Puskesmas Pembantu adalah puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja puskesmas
["Puskesmas Pembantu\t\t \t\t \t\t \t\t \t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Puskesmas Keliling
Ordinal/numerik • -
Puskesmas keliling adalah puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan yang sifatnya bergerak (mobile) untuk meningkatkan jangkauan mutu dan pelayanan bagi masyarakat di wilayah k
["Puskesmas Keliling\t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t"]Lihat →
Puskesmas non-rawat Inap
Ordinal/numerik • -
Puskesmas non-Rawat Inap adalah puskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat inap kecuali pertolongan persalinan normal
["PusPuskesmas non-rawat Inap\t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t"]Lihat →
Puskesmas
Ordinal/numerik • -
Fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan prevent
["Pusat Kesehatan Masyarakat\t\t \t\t"]Lihat →
Rumah Sakit Umum
Ordinal/numerik • -
Rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit
["Rumah Sakit Umum\t\t"]Lihat →
Rumah Sakit Khusus
Ordinal/numerik • -
Rumah Sakit Khusus adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan, umur, organ, jenis pen
["Rumah Sakit Khusus\t\t \t\t"]Lihat →
Rumah Sakit
Ordinal/numerik • -
Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat
["Rumah Sakit\t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t"]Lihat →
Kematian Akibat Malaria
Numerik • -
Jumlah kasus meninggal karena malaria disuatu wilayah dalam kurun waktu tertentu
["kasus malaria\t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Pengobatan standar kasus malaria positif
Ordinal/numerik • -
Jumlah kasus malaria positif yang diobati sesuai standar program di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu
["Kasus malaria\t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Konfirmasi laboratorium pada suspek malaria
Ordinal/numerik • -
Persentase dari hasil konfirmasi laboratorium yang positif terhadap suspek malaria
["Kasus suspek malaria\t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Kesakitan Malaria
Ordinal/numerik • -
Banyaknya kasus positif malaria yang dibuktikan dengan pemeriksaan sediaan darah pada setiap 1000 penduduk.
["Kasus Malaria\t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Kematian Ibu
Ordinal/numerik • -
Perempuan yang meninggal dari suatu penyebab kematian yang terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan, bunuh diri atau kasus insidentil) selama
["Kematian Ibu/Maternal Mortality\t\t \t\t \t\t \t\t"]Lihat →
bayi berusia 0-5 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif
Ordinal/numerik • -
bayi berusia 0—5 bulan yang mendapatkan air susu ibu sejak dilahirkan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain.
["Air Susu Ibu\t\t \t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Kematian bayi
Ordinal/numerik • -
kematian bayi berumur di bawah satu tahun pada setiap 1.000 kelahiran hidup.
["Bayi (0-11 bulan)"]Lihat →
Kematian Neonatal
Ordinal/numerik • -
anak yang meninggal dalam periode 28 hari pertama kehidupan untuk setiap 1.000 kelahiran hidup.
["Kematian/Mortalitas, Bayi\t\t \t\t"]Lihat →
Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Tambah Darah 90
- • -
Bagian dari populasi ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah sesuai standar minimal 90 tablet selama masa kehamilan dengan sekurang-kurangnya setiap tablet mengandung zat be
["Ibu Hamil\t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Kasus baru DBD
- • -
Jumlah kasus baru DBD pada kurun waktu tertentu
["Kasus DBD\t\t \t\t \t\t \t\t"]Lihat →
Indikator Kegiatan
21 indikator yang dihasilkan
Jumlah Dokter Spesialis
Orang • Puskesmas
" dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia
["Dokter Spesialis"]Lihat →
Jumlah Dokter Umum
Orang • Puskesmas
"Dokter lulusan pendidikan kedokteran baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan."
["Dokter Umum"]Lihat →
Jumlah Dokter Gigi + Dokter Gigi Spesialis
Orang • Puskesmas
"dokter gigi dan dokter gigi spesialis, lulusan pendidikan kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peratur
["Dokter Gigi"]Lihat →
Jumlah Tenaga Medis
orang • Puskesmas
Banyaknya tenaga kesehatan yang berhubungan dengan bidang kedokteran, mencakup dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis.
["Tenaga kesehatan"]Lihat →
Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB)
Orang • Puskesmas
Jumlah seluruh kasus baru kusta pausi basiler/ kusta kering dan multibasiler / kusta basah
["Kasus baru kusta"]Lihat →
Jumlah Posyandu
unit • Puskesmas
Banyaknya posyandu aktif yang meliputi posyandu dengan kegiatan pelayanan sebulan sekali atau lebih dan posyandu dengan kegiatan pelayanan dua bulan sekali atau lebih.
["Posyandu", "Posyandu aktif"]Lihat →
Jumlah Puskesmas pembantu
Unit • Puskesmas
Jaringan Pelayanan puskesmas untuk meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerjanya
["Puskesmas Pembantu"]Lihat →
Jumlah Puskesmas Keliling
Unit • Puskesmas
Puskesmas Keliling adalah jaringan pelayanan puskesmas yang sifatnya bergerak ( mobile)
["Puskesmas Keliling"]Lihat →
Jumlah Puskesmas non-Rawat Inap
Unit • Puskesmas
Puskesmas non rawat inap adalah Puskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat inap kecuali pertolongan persalinan normal
[" Puskesmas non-Rawat Inap"]Lihat →
Jumlah Puskesmas Rawat Inap
unit • Puskesmas
Banyaknya puskesmas yang diberi tambahan sumber daya untuk menyelenggarakan pelayanan rawat inap, sesuai pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatan.
["Puskesmas Rawat Inap"]Lihat →
Jumlah Rumah Sakit Khusus
unit • Puskesmas
Banyaknya rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit, atau kekhu
["Rumah Sakit Khusus"]Lihat →
Jumlah Rumah Sakit Umum
unit • Puskesmas
Banyaknya rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit.
["Rumah Sakit Umum"]Lihat →
Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif
Persen • Puskesmas
Bayi usia 0 bulan sampai 5 bulan 29 hari yang diberi ASI saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin, dan mineral berdasarkan recall 24 jam
["bayi (0-5 bulan 29 hari)"]Lihat →
Jumlah Angka Kematian Bayi (dilaporkan)
tanpa satuan • Puskesmas
Jumlah Kematian Bayi terhadap 1.000 Kelahiran Hidup
["Bayi (0-11 bulan)"]Lihat →
Jumlah Bayi Mati
orang • Puskesmas
Kematian yang terjadi pada bayi usia 0 - 11 bulan tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri
["Bayi (0-11 bulan)"]Lihat →
Jumlah Angka Kematian Neonatal (dilaporkan)
tanpa satuan • Puskesmas
Jumlah Kematian Neonatal terhadap 1.000 Kelahiran Hidup
["Bayi < 28 hari"]Lihat →
Jumlah Kematian Neonatal
orang • Puskesmas
Jumlah Kematian yang terjadi pada bayi usia 0 sampai dengan 28 hari tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri
["Bayi < 28 hari"]Lihat →
Jumlah Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Tambah Darah 90
orang • Puskesmas
Ibu hamil yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat yang disediakan oleh pemerintah minima
["Ibu Hamil"]Lihat →
Jumlah Angka kesakitan (incidence rate) DBD
Tanpa Satuan • Puskesmas
Jumlah kasus baru DBD pada kurun waktu tertentu per 100000 penduduk
["Kasus DBD"]Lihat →
Jumlah Puskesmas
unit • Kab. Langkat
Banyaknya fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif
["Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)"]Lihat →
Jumlah Kematian Ibu
kejadian • Kabupaten Langkat
Banyaknya kejadian kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, ya
["Kematian/Mortalitas", "Kematian Ibu/Maternal Mortality"]Lihat →