← Kembali ke Daftar
β—ˆ
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Kompilasi Statistik Kesehatan Kabupaten Tangerang
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
βŒ‚
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang
Alamat Lengkap
Jl. Abdul Hamid
Telepon
(021) 5590535
Faksimile
(021) 5590535
Email
officialdinkestangerangkab@gmail.com
βš‘
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang
Nama PJ Teknis
dr. Radianti Bulan M. Tobing
Jabatan
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
Alamat
Komplek Perkantoran Tigaraksa, Jl. H. Abdul Hamid No.RT.2, Kadu Agung, Kec. Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten 15720
Telepon
(021) 5990535
Faksimile
-
Email
officialdinkestangerangkab@gmail.com
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Mengkompilasi dan memvalidasi serta melengkapi data-data program dan kegiatan di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, yang selanjutnya disajikan sebagai produk publikasi untuk memenuhi Keterbukaan Informasi Publik Dinas Kesehatan dalam bentuk Profil Kesehatan Kabupaten Tangerang.
Tujuan Kegiatan
Disusunnya buku Profil Kesehatan Kabupaten Tangerang Tahun 2024. Dimaksudkan agar pembaca dapat memperoleh informasi dan data yang dibutuhkan khususnya mengenai derajat kesehatan serta capaian kinerja masing-masing program kesehatan di wilayah Kabupaten Tangerang.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
2 Januari 2025 - 31 Januari 2025
Desain
3 Februari 2025 - 6 Februari 2025
Pengumpulan Data
7 Februari 2025 - 28 Februari 2025
Pengolahan Data
3 Maret 2025 - 31 Maret 2025
Analisis
1 April 2025 - 24 Mei 2025
Diseminasi
26 Mei 2025 - 13 Juni 2025
Evaluasi
16 Juni 2025 - 23 Juni 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 100 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Desa/KelurahanDesa/KelurahanNama wilayah yang dipimpin oleh kepala desa/kepala kelurahan (lurah) yang berada di bawah koordinasi camatTahun 2024
Jumlah Penduduk PendudukJumlah penduduk bersumber dari Disdukcapil dengan memperhatikan konsistensi antar variabel terkaitTahun 2024
Jumlah Rumah Sakit Rumah SakitInstitusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat daruratTahun 2024
Jumlah Puskesmas Rawat InapPuskesmas Rawat InapPuskesmas yang diberi tambahan sumberdaya untuk menyelenggarakan pelayanan rawat inap, sesuai pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatanTahun 2024
Jumlah Puskesmas Non Rawat Inap Puskesmas Non Rawat InapPuskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat inap kecuali pertolongan persalinan normalTahun 2024
Jumlah Posyandu Menurut Status KeaktifanPosyandu, Status KeaktifanPosyandu yang memenuhi kriteria minimum Posyandu AktifTahun 2024
Jumlah Kematian BayiKematian BayiKematian yang terjadi pada bayi usia 0-11 Bulan (termasuk neonatal)Tahun 2024
Jumlah Kematian NeonatalKematian NeonatalKematian yang terjadi pada bayi usia sampai dengan 28 hariTahun 2024
Jumlah Ibu HamilIbu HamilPerkiraan Jumlah Ibu Hamil di wilayah kerja yang sama pada kurun waktu tertentu, dapat dihitung dengan formula = CBR x 1,1 x Jumlah Lahir HidupTahun 2024
Jumlah Ibu Bersalin/NifasIbu Bersalin, Ibu NifasPerkiraan Jumlah Ibu Bersalin/Nifas di wilayah kerja yang sama pada kurun waktu tertentu, dapat dihitung dengan formula = CBR x 1,05 x Jumlah Lahir HidupTahun 2024
Jumlah Bayi yang Bertahan Hidup (Surviving Infant)Bayi yang Bertahan HidupJumlah bayi yang bertahan hidup yang dapat dihitung dengan rumus = Jumlah bayi - (IMR x Jumlah bayi)Tahun 2024
Cakupan Pelayanan Kesehatan BalitaPelayanan Kesehatan BalitaPelayanan Kesehatan Balita berusia 0-59 Bulan sesuai standar meliputi pelayanan kesehatan balita sakitTahun 2024
Jumlah Balita DitimbangBalita DitimbangJumlah balita usia 0-59 Bulan yang dilakukan penimbangan berat badanTahun 2024
Jumlah Kunjungan Pasien BaruKunjungan Pasien BaruKunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut milik pemerintah dan swasta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan perorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik tanpa tinggal di ruang rawat inap untuk pertama kalinya dalam satu tahun tertentu. Kunjungan rawat jalan puskesmas termasuk kunjungan ke jaringan puskesmas, dalam gedung maupun luar gedung (puskesmas keliling, puskesmas pembantu, bidan desa, pemeriksaan anak sekolah, dsb)Tahun 2024
Jumlah Tempat Tidur Tempat TidurTempat tidur yang berada di ruang rawat inap dan ruang pasca persalinan pada Rumah SakitTahun 2024
Jumlah KelahiranKelahiranJumlah Lahir Hidup maupun Lahir Mati. Lahir Hidup adalah suatu kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan, dimana bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan, misal : bernafas, ada denyut jantung atau gerakan otot. Lahir Mati adalah kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupanTahun 2024
Jumlah Kematian IbuKematian IbuKematian perempuan selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diriTahun 2024
Jumlah Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi < 6 BulanPemberian ASI EkslusifBayi usia 0 bulan sampai 5 bulan 29 hari yang diberi ASI saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin, dan mineral berdasarkan recall 24 jam Tahun 2024
Jumlah Klinik yang TerintegrasiKlinik TerintegrasiJumlah Klinik yang sudah memiliki aplikasi terintegrasi dengan SATUSEHATTahun 2024
Cakupan PuskesmasCakupan PuskesmasJumlah Puskesmas yang dibagi dengan Jumlah Seluruh Kecamatan x 100%Tahun 2024
⬑
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
No Nama Provinsi Kabupaten/Kota
1. BANTEN TANGERANG
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
Unit Pengumpulan Data
- Individu
- Lainnya, Rumah Sakit, Puskesmas,Klinik, Apotek
β—Ž
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 1 orang
Pengumpul data/enumerator : 3 orang
Pelatihan Petugas
Ya
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
- Lainnya, Rumah Sakit, Puskesmas,Klinik, Apotek
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Provinsi
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Tidak -
Digital (Softcopy) Ya 17 Agustus 2025
Data Mikro Tidak -
≑
Variabel Kegiatan
100 variabel yang diolah/dikumpulkan
Kegiatan Pelayanan Kesehatan Keluarga Menurut Jenis Kegiatan dan Puskesmas
Integer β€’ -
-
["-"]Lihat β†’
Jumlah tempat tidur menurut Rumah Sakit
Integer β€’ -
Jumlah tempat tidur di ruang rawat inap dan tempat tidur di ruang pasca persalinan
["Tempat Tidur"]Lihat β†’
Jumlah Rumah Sakit Khusus menurut Klasifikasinya dan kecamatan
Integer β€’ -
Rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lain
["RSK"]Lihat β†’
Jumlah Rumah Sakit Umum Daerah Menurut tipe rumah sakit dan Kecamatan
Integer β€’ -
Rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit
["RSU"]Lihat β†’
Cakupan Pelayanan Kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Berat Menurut Kecamatan Dan Puskesmas
Integer β€’ -
pelayanan sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan, berupa: pemeriksaan kesehatan jiwa (wawancara psikiatrik dan pemeriksaan status mental), memberikan informasi dan edukasi
["ODGJ"]Lihat β†’
Cakupan Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Melitus (DM) Menurut Kecamatan Dan Puskesmas
Integer β€’ -
Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita Diabetes Melitus (DM) usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan sekunder
["Diabetes Militus"]Lihat β†’
Cakupan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Metode IVA Dan Kanker Payudara Dengan Pemeriksaan Klinis (Sadanis)
Integer β€’ -
Deteksi dini dilakukan pada perempuan usia 30-50 tahun yang memiliki Riwayat hubungan seksual, deteksi dini kanker leher Rahim dengan metode IVA dan kanker payudara dengan metode S
["Kanker Leher Rahim"]Lihat β†’
Cakupan Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, Dan Puskesmas
Integer β€’ -
Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita hipertensi usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun
["Hipertensi"]Lihat β†’
Jumlah Penderita Kronis Filariasis Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer β€’ -
Penderita filariasis yang telah menunjukkan gejala klinis kronis filariasis, seperti limfedema pada tungkai atau lengan, pembesaran payudara, dan hidrokel.
["Filariasis"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Penyakit yang Dapat Dicegah (PD3i) Pada Penyakit Campak Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer β€’ -
Penyakit yang sangat menular (infeksius) disebabkan oleh virus RNA dari genus Morbilivirus, dari keluarga Paramyxoviridae yang mudah mati karena panas dan cahaya. Gejala klinis cam
["Campak"]Lihat β†’
Jumlah Kejadian Luar Biasa (KLB) Di Desa yang Ditangani <24 jam Menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer β€’ -
Penanggulangan KLB kurang dari 24 jam sejak laporan W1 diterima sampai penyelidikan dilakukan dengan catatan selain formulir W1 dapat juga berupa faximili atau telepon.
["KLB"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Penyakit yang Dapat Dicegah (PD3i) Pada Penyakit Hepatitis B Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer β€’ -
Peradangan pada sel-sel hati, yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B dari golongan virus DNA.
["Hepatitis B"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Penyakit yang Dapat Dicegah (PD3i) Pada Penyakit Tetanus Neonatorum Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer β€’ -
Penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (0-28 hari) yang disebabkan oleh Clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistem saraf pusat.
["TN"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Penyakit yang Dapat Dicegah (PD3i) Pada Penyakit Difteri Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer β€’ -
Penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium Diphtheria ditandai dengan adanya peradangan pada tempat infeksi, terutama pada selaput bagian dalam saluran pernapasan
["Difteri"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Penyakit yang Dapat Dicegah (PD3i) Pada Penyakit Pertusis Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer β€’ -
Penyakit menular yang di sebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang menyerang saluran pernafasan dan biasanya terjadi pada anak berusia dibawah 1 tahun.
["Pertusis"]Lihat β†’
Jumlah Orang yang Melakukan Pemeriksaan Covid-19 Menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer β€’ -
Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR atau TCM
["Covid19"]Lihat β†’
Jumlah Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Menurut hasilnya, Kecamatan dan Puskesmas
Integer β€’ -
Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR atau TCM
["Covid19"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Covid19 Menurut Jenis Kelamin, Kelompok Umur, Kecamatan dan Puskesmas
Integer β€’ -
Jumlah penduduk yang menderita Covid-19 berdasarkan jenis kelamin (Laki-Laki atau Perempuan), usia pada wilayah dan kurun waktu yang sama.
["Covid19"]Lihat β†’
Jumlah Laboratorium yang Memeriksa dan Melapor Spesimen Covid-19 Menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer β€’ -
Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR atau TCM
["Covid19"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Covid19 Menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer β€’ -
Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR atau TCM
["Covid19"]Lihat β†’
Jumlah Penderita Kusta Anak (<15 Tahun) Menurut Kecamatan, dan Puskesmas
Integer β€’ -
Penderita kusta terdaftar pada penduduk yang berusia 0 - <15 tahun
["Kusta"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Terdaftar Penyakit Kusta Menurut Tipe/Jenis, Jenis Kelamin, Kecamatan, Dan Puskesmas
Integer β€’ -
Kasus kusta baru yang ditemukan pada periode tertentu per 100.000 penduduk dan di obati
["Kusta"]Lihat β†’
Jumlah Penderita Kusta Selesai Berobat (Release From Treatment/Rft) Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, Dan Puskesmas
Integer β€’ -
"Jumlah kasus kusta baru PB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (6 blister dalam 6- 9 bulan). Jumlah kasus kusta baru MB dari periode
["Kusta"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Baru Kusta Menurut Tingkat Kecacatannya, Kecamatan, dan Puskesmas
Integer β€’ -
Kasus kusta baru yang tidak memiliki kelainan sensorik maupun anatomis. Jumlah kasus baru dengan cacat tingkat 2 yang ditemukan pada periode satu tahun per 1.000.000 penduduk
["Kusta"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Baru Kusta Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, Dan Puskesmas
Integer β€’ -
Kasus kusta baru yang ditemukan pada periode tertentu per 100.000 penduduk
["Kusta"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Kematian Balita Akibat Pneunomia
Integer β€’ -
Jumlah perkiraan Pneumonia Balita yang diperloleh dari penghitungan prevalensi Pneuomnia pada Balita terhadap jumlah seluruh Balita pada wilayah dan kurun waktu tertentu. Penghitun
["Pneumonia"]Lihat β†’
Jumlah Penduduk Usia Produktif (15-59 Tahun) Beresiko Kesehatan Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, Dan Puskesmas
Integer β€’ -
Penduduk usia 15-59 tahun yang ditemukan faktor risiko PTM
["Usia Produktif"]Lihat β†’
Jumlah Pemeriksaan Terhadap Sarana Air Minum
Integer β€’ -
Jumlah Sarana air minum yang diambil sampel airnya mengacu pada Permenkes No 736 Tahun 2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum
["Air Minum"]Lihat β†’
Jumlah Penduduk Usia Produktif (15-59 Tahun) yang Mendapatkan Pelayanan Skrining Kesehatan Sesuai Standar Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, Dan Puskesmas
Integer β€’ -
Setiap warga negara usia 15 tahun sampai 59 tahun mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam bentuk edukasi dan skrining kesehatan di wilayah kerjanya dalam kurun waktu s
["Usia Produktif"]Lihat β†’
Cakupan Imunisasi Dpt-Hb-Hib 4 Pada Baduta Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, Dan Puskesmas
Integer β€’ -
Cakupan (Jumlah dan persentase) Anak Usia 18-24 bulan yang mendapatkan 1 dosis imunisasi DPT-HB-Hib dosis ke-4
["Dpt-Hb-Hib 4"]Lihat β†’
Cakupan Imunisasi BCG Pada Bayi Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, Dan Puskesmas
Integer β€’ -
Cakupan (Jumlah dan persentase) bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan 1 dosis imunisasi BCG
["BCG"]Lihat β†’
Jumlah Keluarga Dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak (Jamban Sehat) Menurut Jenis Jamban, Kecamatan, Dan Puskesmas
Integer β€’ -
Kepala Keluarga yang memiliki akses sanitasi layak bersama, akses sanitasi layak sendiri, dan akses sanitasi aman.
["Akses fasilitas sanitasi layak"]Lihat β†’
Jumlah Sarana Air Minum Menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer β€’ -
"Penyelenggara air minum yang meliputi : 1. PDAM /BPAM/PT yang terdaftar di persatuan perusahaan air minum seluruh indonesia (PERPAMSI) 2. Sarana air minum perpipaan non PDAM 3. S
["Air Minum"]Lihat β†’
Jumlah Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) Terhadap sarana Air Minum
Integer β€’ -
"Jumlah Sarana air minum yang diperiksa dan diamati secara langsung fisik sarana dan kualitas air minumnya mengacu pada lampiran Permenkes No 736 Tahun 2010 tentang Tata Laksana P
["Air Minum"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Kematian Balita Akibat Pneunomia
Integer β€’ -
Kasus kematian anak balita diakibatkan oleh pneumonia (dengan gejala batuk, nyeri tenggorok, demam dan sesak nafas yang menunjukkan gejala infeksi pernapasan akut) Surveilans Keseh
["Kasus Kematian Balita Akibat Pneunomia"]Lihat β†’
Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut (>60 tahun) Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, Dan Puskesmas
Integer β€’ -
Pelayanan kesehatan untuk warga negara usia 60 tahun ke atas dalam bentuk edukasi dan skrining usia lanjut sesuai standar pada satu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun.
["Pelayanan kesehatan usia lanjut"]Lihat β†’
Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi dan Anak Balita Menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer β€’ -
"Cakupan bayi 6-11 bulan mendapat kapsul vitamin A berwarna biru dengan kandungan dosis 100.000 Satuan Internasional (SI) dan anak balita umur 12-59 bulan mendapat kapsul vitamin A
["Pemberian vitamin A pada bayi dan anak balita"]Lihat β†’
Jumlah Balita Kurus yang Mendapatkan Makanan Tambahan
Integer β€’ -
Balita yang berdasarkan hasil pengukuran berat badan menurut Panjang Badan/Tinggi Badan lebih kecil dari minus dua Standar Deviasi (<-2 Sd) yang mendapatkan makanan tambahan
["Balita kurus yang mendapat makanan tambahan"]Lihat β†’
Jumlah Ibu Hamil Mendapatkan Tablet Tambah Darah Menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer β€’ -
Ibu hamil yang mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat yang disediakan oleh pemerintah minima
["Ibu hamil mendapatkan TTD"]Lihat β†’
Jumlah Balita Sangat Pendek Menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer β€’ -
Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut umur (TB/U) memiliki Z score kurang dari -3 S
["Balita sangat pendek"]Lihat β†’
Jumlah Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi < 6 Bulan Menurut Kecamatan Dan Puskesmas
Integer β€’ -
Bayi usia 0 bulan sampai 5 bulan 29 hari yang diberi ASI saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin, dan mineral berdasarkan recall 24 jam
["Pemberian ASI eksklusif bayi"]Lihat β†’
Ibu Hamil Penderita Kek (Kekurangan Energi Kronis) Menurut Kecamatan dan Puskesmas
Integer β€’ -
Ibu hamil penderita KEK
["Ibu hamil penderita KEK"]Lihat β†’
Jumlah Pengobatan Malaria Standard
Integer β€’ -
"Jumlah kasus malaria positif yang diobati sesuai standar program di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu"
["Pengobatan Malaria Standard"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Meninggal Akibat Malaria
Integer β€’ -
"Jumlah kasus meninggal karena malaria di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu"
["Kasus Meninggal Akibat Malaria"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Positif Malaria
Integer β€’ -
"Seseorang dengan hasil pemeriksaan sediaan darah positif malaria berdasarkan pengujian mikroskopis ataupun Rapid Diagnostic Test (RDT). Kasus malaria konfirmasi terbagi menjadi k
["Kasus Positif Malaria"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Malaria Konfirmasi Laboratorium
Integer β€’ -
"Jumlah sediaan darah diperiksa atau dikonfirmasi laboratorium di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu"
["Kasus Malaria Konfirmasi Laboratorium"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Suspek Malaria
Integer β€’ -
"Setiap individu yang tinggal di daerah endemik malaria yang menderita demam atau memiliki riwayat demam dalam 48 jam terakhir atau tampak anemi; wajib diduga malaria tanpa menges
["Kasus Suspek Malaria"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)
Integer β€’ -
"Jumlah penderita yang mengalami demam tinggi mendadak berlangsung 2-7 hari, disertai manifestasi perdarahan (antara lain uji tourniqet positif, petekie, ekimosis, epistaksis, per
["Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)"]Lihat β†’
Jumlah Penderita DBD yang ditangani sesuia SOP
Integer β€’ -
Jumlah Penderita DBD dengan gejala demam tinggi mendadak berlangsung 2-7 hari, disertai manifestasi perdarahan (antara lain uji tourniqet positif, petekie, ekimosis, epistaksis, pe
["Penderita DBD yang ditangani sesuia SOP"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Meninggal yang disebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD)
Integer β€’ -
Jumlah kasus meninggal karena DBD di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu
["Kasus Meninggal yang disebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD)"]Lihat β†’
Kejadian Luar Biasa (KLB) Di Desa/Kelurahan yang Ditangani < 24 Jam
Integer β€’ -
Desa/Kelurahan yang mengalami KLB dan ditanggulangi <24 jam oleh kabupaten/kota terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) pada periode/kurun waktu tertentu.
["Kejadian Luar Biasa (KLB) Di Desa/Kelurahan yang Ditangani < 24 Jam"]Lihat β†’
Jumlah KLB di Kelurahan / Desa
Integer β€’ -
"KLB : Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan/atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan keadaan yang
["KLB di Kelurahan / Desa"]Lihat β†’
Jumlah Kasus AFP (Acute Flaccid Paralysis) (Non Polio) Menurut
Integer β€’ -
"AFP : Kelumpuhan pada anak berusia <15 tahun yang bersifat layuh (flaccid) terjadi secara akut/ mendadak (<14 hari) dan bukan disebabkan oleh ruda paksa"
["Kasus AFP (Acute Flaccid Paralysis) (Non Polio)"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Diare Balita yang Mendapatkan Zinc
Integer β€’ -
"Jumlah penderita diare Balita (umur < 5 Tahun) mendapat Zinc yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun"
["Kasus Diare Balita yang Mendapatkan Zinc"]Lihat β†’
Jumlah Penderita Diare Balita yang Mendapat Oralit
Integer β€’ -
"Jumlah penderita diare Balita (umur < 5 Tahun) mendapat oralit yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun"
["Penderita Diare Balita yang Mendapat Oralit"]Lihat β†’
Jumlah Penderita Diare Semua Umur yang Mendapat Oralit
Integer β€’ -
"Jumlah penderita diare semua umur mendapat oralit yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun"
["Penderita Diare Semua Umur yang Mendapat Oralit"]Lihat β†’
Jumlah Penderita Diare Balita yang Dilayani
Integer β€’ -
"Jumlah penderita diare Balita (umur < 5 Tahun) yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun"
["Penderita Diare Balita yang Dilayani"]Lihat β†’
Jumlah Penderita Diare Semua Umur yang Dilayani
Integer β€’ -
"Jumlah penderita diare semua umur yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun"
["Penderita Diare Semua Umur yang Dilayani"]Lihat β†’
Jumlah Target Penemuan Kasus Diare Balita
Integer β€’ -
" Perkiraan jumlah penderita diare Balita yang datang ke sarana kesehatan dan kader sebesar 20% dari angka kesakitan x jumlah Balita disatu wilayah kerja dalam waktu satu tahun. A
["Kasus Diare Balita"]Lihat β†’
Jumlah Target Penemuan Kasus Diare Semua Umur
Integer β€’ -
"Perkiraan jumlah penderita diare semua umur yang datang ke sarana kesehatan sebesar 10% dari angka kesakitan x jumlah penduduk disatu wilayah kerja dalam waktu satu tahun. Angka k
["Kasus Diare Semua Umur"]Lihat β†’
Jumlah Kematian Akibat AIDS
Integer β€’ -
"Jumlah kasus meninggal karena AIDS di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu "
["Kematian Akibat AIDS"]Lihat β†’
Jumlah Kasus kumulatif AIDS
Integer β€’ -
"Jumlah akumulasi Kasus AIDS dari awal program AIDS. Adapun ""AIDS : (Acquired Immune Deficiency Syndrome) dewasa bila terdapat 2 gejala mayor dan 1 gejala minor dan tidak ada seb
["Kasus kumulatif AIDS"]Lihat β†’
Jumlah Kasus HIV
Integer β€’ -
"HIV : (Human Immunodeficiency Virus) seseorang yang hasil pemeriksaannya HIV positif dengan pemeriksaan 3 reagen rapid test."
["Kasus HIV"]Lihat β†’
Batuk Bukan Pneunomia
Integer β€’ -
Tidak ada TDDK dan tidak ada napas cepat
["Batuk Bukan Pneunomia"]Lihat β†’
Jumlah Penemuan Pneunomia Pada Balita
Integer β€’ -
Jumlah Balita dengan pneumonia yang ditemukan dan diberikan tatalaksana sesuai standar di sarana kesehatan di satu wilayah dalam waktu satu tahun Pneunomia : Balita mengalami batu
["Penemuan Pneunomia Pada Balita"]Lihat β†’
Jumlah Perkiraan Pneunomia Balita
Integer β€’ -
Jumlah perkiraan pneumonia Balita (berbeda untuk setiap propinsi, sesuai hasil riskesdas 2013) dikali jumlah Balita pada wilayah dan kurun waktu tertentu
["Perkiraan Pneunomia Balita"]Lihat β†’
Jumlah Balita Batuk atau kesukaran Bernafas yang Diberikan Tatalaksana Standard (Dihitung Nafas/Lihat TDDK(Tarikan Dinding Dada Ke Dalam))
Integer β€’ -
"Jumlah Balita dengan keluhan batuk dan atau kesukaran bernafas yang berkunjung ke sarana kesehatan diberikan tatalaksana standar dilakukan hitung napas/ melihat TDDK"
["Balita Batuk atau kesukaran Bernafas yang Diberikan Tatalaksana Standard"]Lihat β†’
Jumlah Kunjungan Balita Batuk atau kesukaran Bernafas
Integer β€’ -
Balita dengan keluhan batuk dan atau kesukaran bernafas yang berkunjung ke sarana kesehatan diberikan tatalaksana standar dilakukan hitung napas/ melihat TDDK (Tarikan dinding dada
["Kunjungan Balita Batuk atau Kesukaran Bernafas"]Lihat β†’
Jumlah kematian Selama Pengobatan Tuberkulosis
Integer β€’ -
Jumlah pasien tuberkulosis yang meninggal oleh sebab apapun selama masa pengobatan tuberkulosis
["Kematian Selama Pengobatan Tuberkulosis"]Lihat β†’
Angka Keberhasilan Pengobatan (Succes Rate/SR) Semua Kasus Tuberkulosis
Integer β€’ -
"Jumlah pasien tuberkulosis semua kasus yang sembuh dan pengobatan lengkap diantara semua kasus tuberkulosis yang diobati dan dilaporkan"
["Keberhasilan Pengobatan Semua Kasus Tuberkulosis"]Lihat β†’
Angka Pengobatan Lengkap (Complete Rate) Semua Kasus Tuberkulosis
Integer β€’ -
"Jumlah semua kasus tuberkulosis yang diobati dan dilaporkan di antara perkiraan jumlah semua kasus tuberkulosis (insiden). Perkiraan jumlah semua kasus tuberkulosis dihitung denga
["Pengobatan Lengkap Kesembuhan Tuberkulosis paru terkonfirmasi bakteriologis"]Lihat β†’
Angka Kesembuhan (Cure Rate) Tuberkulosis Paru Terkonfirmasi Bakteriologis
Integer β€’ -
Pasien tuberkulosis paru dengan hasil pemeriksaan bakteriologis positif pada awal pengobatan yang hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhir pengobatan menjadi negatif dan pada sa
["Kesembuhan Tuberkulosis paru terkonfirmasi bakteriologis"]Lihat β†’
Jumlah Semua Kasus Tuberkulosis Terdaftar dan Diobati
Integer β€’ -
Semua pasien tuberkulosis yang mendapatkan pengobatan dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT)
["Kasus Tuberkulosis Terdaftar dan diobati"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Tuberkulosis Paru Terkonfirmasi Bakteriologis yang Terdaftar dan Diobati *
Integer β€’ -
"pasien tuberkulosis yang terbukti positif pada hasil pemeriksaan contoh uji biologinya (sputum dan jaringan) melalui pemeriksaan mikroskopis langsung, Tes Cepat Molekuler (TCM) t
["Kasus Tuberkulosis paru terkonfirmasi bakteriologis"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Tuberkulosisi Anak 0-14 Tahun
Integer β€’ -
Kasus tuberkulosis pada anak usia 0-14 tahun
["Kasus Tuberkulosis Anak 0-14 Tahun"]Lihat β†’
Jumlah Semua Kasus Tuberkulosis
Integer β€’ -
Kasus tuberkulosis (berdasarkan definisi dan klasifikasi) yang ditemukan dan diobati
["Kasus TB"]Lihat β†’
Jumlah Kasus Baru BTA+
Integer β€’ -
"a. Pasien tuberkulosis yang terkonfirmasi Bakteriologis, yaitu pasien tuberkulosis yang terbukti positif pada hasil pemeriksaan contoh uji biologinya (sputum dan jaringan) melalui
["Kasus Baru BTA+"]Lihat β†’
Jumlah Terduga Tuberkulosis yang Mendapatkan Pelayanan Sesuai Standard
Integer β€’ -
"Terduga tuberkulosis yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dengan penegakan diagnosis tuberkulosis melalui pemeriksaan bakteriologis dan klinis, dilakukan pemeriksa
["Terduga Tuberkulosis yang mendapatkan pelayanan sesuai standard"]Lihat β†’
Jumlah Sekolah SMA/MA yang mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Integer β€’ -
"Pelayanan kesehatan usia pendidikan dasar sesuai standar meliputi : 1) Skrining kesehatan. 2) Tindaklanjut hasil skrining kesehatan. yang dilakukan pada anak kelas 10 sampai denga
["Sekolah SMA/MA yang mendapatkan pelayanan kesehatan"]Lihat β†’
Jumlah Sekolah SMA/MA
Integer β€’ -
Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan jenjang pendidikan atas pada pendidikan formal di Indonesia (Badan Standar Nasional Pendidikan).
["Sekolah SMA/MA"]Lihat β†’
Jumlah Sekolah SMP/MTS yang mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Integer β€’ -
"Pelayanan kesehatan usia pendidikan dasar sesuai standar meliputi : 1) Skrining kesehatan. 2) Tindaklanjut hasil skrining kesehatan. yang dilakukan pada anak kelas 7 sampai dengan
["Sekolah SMP/MTS yang mendapatkan pelayanan kesehatan"]Lihat β†’
Jumlah Sekolah SMP/MTS
Integer β€’ -
Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia (Badan Standar Nasional Pendidikan).
["Sekolah SMP/MTS"]Lihat β†’
Jumlah Sekolah SD/MI yang mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Integer β€’ -
"Pelayanan kesehatan usia pendidikan dasar sesuai standar meliputi : 1) Skrining kesehatan. 2) Tindaklanjut hasil skrining kesehatan. yang dilakukan pada anak kelas 1 sampai dengan
["Sekolah SD/MI yang mendapatkan pelayanan kesehatan"]Lihat β†’
Jumlah Sekolah SD/MI
Integer β€’ -
Pendidikan sekolah dasar adalah pendidikan anak yang berusia 7 sampai 13 tahun sebagai pendidikan di tingkat dasar yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah
["Sekolah SD/MI"]Lihat β†’
Jumlah Anak Usia Pendidikan Dasar yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Integer β€’ -
Pelayanan kesehatan usia pendidikan dasar sesuai standar meliputi : 1) Skrining kesehatan. 2) Tindaklanjut hasil skrining kesehatan. yang dilakukan pada anak kelas 1 sampai denga
["Anak Usia Pendidikan Dasar"]Lihat β†’
Jumlah anak Usia Pendidikan Dasar
Integer β€’ -
Jumlah anak kelas 1 sampai dengan kelas 9 di sekolah atau usia 7 sampai 15 tahun .
["Anak Usia Pendidikan Dasar"]Lihat β†’
Jumlah Peserta Didik Kelas 10 SMA/MA yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Integer β€’ -
Pemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 10 SMA atau MA yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kader kesehatan sekolah minimal pemeriksaan status gizi (TB,BB), pe
["Peserta Didik Kelas 10 SMA/MA"]Lihat β†’
Jumlah Peserta Didik Kelas 10 SMA/MA
Integer β€’ -
Jumlah Peserta Didik Kelas 1 SD/MI usia 10 tahun
["Peserta Didik Kelas 10"]Lihat β†’
Jumlah Peserta Didik Kelas 7 SMP/MTS yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Integer β€’ -
Pemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 7 SMP atau MTs yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kader kesehatan sekolah minimal pemeriksaan status gizi (TB,BB), pe
["Peserta Didik Kelas 7"]Lihat β†’
Jumlah Peserta Didik Kelas 7 SMP/MTS
Integer β€’ -
Peserta Didik Kelas 7
["Peserta Didik Kelas 7"]Lihat β†’
Jumlah Peserta Didik Kelas 1 SD/MI yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Integer β€’ -
Pemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 1 SD atau MI yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kader kesehatan sekolah minimal pemeriksaan status gizi (TB,BB), peme
["Peserta Didik Kelas 1 SD/MI yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan"]Lihat β†’
Jumlah Peserta Didik Kelas 1 SD/MI
Integer β€’ -
Jumlah Peserta Didik Kelas 1 SD/MI usia 7 tahun
["Peserta Didik Kelas 1 SD/MI"]Lihat β†’
Jumlah Balita Gizi Buruk yang Mendapatkan Perawatan di Sarana Pelayanan Kesehatan
Integer β€’ -
Balita gizi buruk atau malnutrisi yang mendapat perawatan sesuai standar pelayanan
["Balita Gizi Buruk yang Mendapatkan Perawatan di Sarana Pelayanan Kesehatan"]Lihat β†’
Jumlah Balita Gizi buruk yang Ditemukan
Integer β€’ -
Balita gizi buruk atau malnutrisi adalah kondisi ketika anak tidak menerima nutrien, mineral, dan kalori yang cukup untuk membantu perkembangan organ vital.
["Balita Gizi buruk yang Ditemukan"]Lihat β†’
Jumlah Balita Kurus (BB/TB)
Integer β€’ -
Status gizi yang didasarkan pada indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) yang merupakan gabungan dari istilah sangat kurus dan kurus dengan Z score < -2 standar deviasi
["Balita Kurus (BB/TB)"]Lihat β†’
Jumlah Bayi 0-59 Bulan di Ukur Tinggi Badan
Integer β€’ -
Jumlah balita usia 0-59 bulan yang dilakukan pengukuran tinggi badan
["Bayi 0-59 Bulan di Ukur Tinggi Badan"]Lihat β†’
Jumlah Balita Gizi Kurang (BB/U)
Integer β€’ -
"Status gizi yang didasarkan pada indeks berat badan menurut umur (BB/U) yang merupakan gabungan dari istilah gizi buruk dan gizi kurang dengan Z score < -2 standar deviasi"
["Balita Gizi Kurang (BB/U)"]Lihat β†’
Jumlah Bayi 0-59 Bulan di Timbang
Integer β€’ -
Jumlah balita usia 0-59 bulan yang dilakukan penimbangan berat badan
["Bayi 0-59 Bulan di Timbang"]Lihat β†’
Jumlah Pelayanan Kesehatan Balita
Integer β€’ -
"Pelayanan kesehatan balita berusia 0-59 bulan sesuai standar meliputi pelayanan kesehatan balita sehat dan pelayanan kesehatan balita sakit."
["Pelayanan Kesehatan Balita"]Lihat β†’
Jumlah Balita
Integer β€’ -
"Jumlah penduduk pada kelompok umur 0-4 tahun yaitu jumlah penduduk sebelum mencapai usia genap 5 tahun. Kelompok umur ini sering disebut balita (bawah lima tahun). Penyebutan sa
["Balita"]Lihat β†’
β–€
Indikator Kegiatan
96 indikator yang dihasilkan
TOI (Turn Over Interval) menurut Rumah Sakit
persen β€’ kabupaten
(Jumlah tempat tidur x jumlah hari dalam setahun) - Jumlah hari perawatan / Jumlah pasien keluar (hidup + mati)
["-"]Lihat β†’
BOR (Bed Occupancy Rate) menurut Rumah Sakit
persen β€’ kabupaten
Jumlah pasien keluar (hidup + mati) / Jumlah tempat tidur
["-"]Lihat β†’
BTO (Bed Turn Over) menurut Rumah Sakit
persen β€’ kabupaten
Jumlah hari perawatan / Jumlah tempat tidur x jumlah hari dalam setahun x 100%
["-"]Lihat β†’
Jumlah Net Death Rate menurut Rumah Sakit
per1000 β€’ kabupaten
Jumlah pasien mati = 48 jam setelah dirawat / Jumlah pasien keluar (hidup + mati)x1.000%
["-"]Lihat β†’
Jumlah Gross Death Rate menurut Rumah Sakit
per1000 β€’ kabupaten
Jumlah pasien mati seluruhnya/ Jumlah pasien keluar (hidup + mati) x 1.000%
["-"]Lihat β†’
Persentase Seluruh Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang Memenuhi Syarat Kesehatan menurut Kecamatan dan Puskesmas
persen β€’ kabupaten
Jumlah TPM yang memenuhi syarat kesehatan / Jumlah TPM di wilayah dan kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Pada Makanan Jajanan/Kantin/Sentra Makanan Jajanan yang Memenuhi Syarat Kesehatan menurut Kecamatan dan Puskesmas
persen β€’ kabupaten
Jumlah TPM Makanan Jajanan/Kantin/Sentra Makanan Jajanan yang memenuhi syarat kesehatan / Jumlah TPM Makanan Jajanan/Kantin/Sentra Makanan Jajanan di wilayah dan kurun waktu yang
["-"]Lihat β†’
Persentase Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Pada Jasa Depot Air Minum (DAM) yang Memenuhi Syarat Kesehatan menurut Kecamatan dan Puskesmas
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah TPM Depot Air Minum yang memenuhi syarat kesehatan / Jumlah TPM Depot Air Minum di wilayah dan kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Pada Rumah Makan/Restaurant yang Memenuhi Syarat Kesehatan menurut Kecamatan dan Puskesmas
persen β€’ Kabupaten
Jumlah TPM Rumah Makan/Restaurant yang memenuhi syarat kesehatan / Jumlah TPM Rumah Makan/Restaurant di wilayah dan kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Pada Jasa Boga yang Memenuhi Syarat Kesehatan menurut Kecamatan dan Puskesmas
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah TPM Jasa Boga yang memenuhi syarat kesehatan / Jumlah TPM Jasa Boga di wilayah dan kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Tempat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan pada sarana Pasar
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah sarana pasar yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) / Jumlah sarana pasar di wilayah dan kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Tempat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan pada sarana Tempat Ibadah
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah sarana tempat ibadah yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) / Jumlah sarana tempat ibadah di wilayah dan kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Tempat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan pada sarana Kesehatan Rumah Sakit
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah sarana kesehatan Rumah Sakit yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) / Jumlah sarana kesehatan Rumah Sakit di wilayah dan kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Tempat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan pada sarana Kesehatan Puskesmas
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah sarana kesehatan Puskesmas yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) / Jumlah sarana kesehatan Puskesmas di wilayah dan kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Tempat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan pada sarana Pendidikan Tingkat SMA/MA menurut Kecamatan dan Puskesmas
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah SMA/MA yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) / Jumlah SMA/MA di wilayah dan kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Tempat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan pada sarana Pendidikan Tingkat SMP/MTS menurut Kecamatan dan Puskesmas
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah SMP/MTS yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) / Jumlah SMP/MTS di wilayah dan kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Tempat-Tempat Umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan pada sarana Pendidikan Tingkat SD/MI menurut Kecamatan dan Puskesmas
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah SD/MI yang dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) / Jumlah SD/MI di wilayah dan kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Desa Yang Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Menurut Kategori, Kecamatan, dan PuskesmasPersentase Desa Yang Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Menurut Kategori, Kecamatan, dan Puskesmas
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah desa/kelurahan 5 pilar STBM / Jumlah desa/kelurahan di wilayah dan kurun waktu yang sama x 100 %
["-"]Lihat β†’
Cakupan Desa/Kelurahan yang Mengalami KLB yang diilakukan penyelidikan Epidemologi < 24 jam
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah KLB di desa/kelurahan yang ditanggulangi < 24 jam pada periode waktu tertentu / Jumlah KLB yang terjadi pada wilayah desa/kelurahan pada periode waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang Harus Diberikan Sarana Kesehatan (RS)
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah RS yang mampu memberikan pelayanan gawat darurat level 1 / Jumlah Rumah Sakit di Kab/Kota x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase anak usia pendidikan dasar yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah anak usia pendidikan dasar yang mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar yang ada di wilayah kerja kabupaten/kota dalam kurun waktu satu tahun ajaran Jumlah semua anak us
["-"]Lihat β†’
Cakupan Sekolah SMA yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah peserta didik kelas 10 SMA/MA yang diperiksa kesehatannya melalui penjaringan kesehatan oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih di suatu wilayah kerja pada kurun waktu te
["-"]Lihat β†’
Cakupan Sekolah SMP yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah peserta didik kelas 7SMP/MTs yang diperiksa kesehatannya melalui penjaringan kesehatan oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih di suatu wilayah kerja pada kurun waktu ter
["-"]Lihat β†’
Cakupan pemeriksaan kesehatan peserta didik SD/MI
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah peserta didik kelas 1SD/MIyang diperiksa kesehatannya melalui penjaringan kesehatan oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih di suatu wilayah kerja pada kurun waktu terten
["-"]Lihat β†’
Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SMA dan Setingkat /Persentase Sekolah SMA yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Persen β€’ Kompilasi Statistik Kesehatan Kabupaten Tangerang
Jumlah SMA/MA yang peserta didiknya diperiksa kesehatannya melalui penjaringan kesehatan oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu
["-"]Lihat β†’
Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SMP dan Setingkat/ Persentase Sekolah SMP yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah SMP/MTs yang peserta didiknya diperiksa kesehatannya melalui penjaringan kesehatan oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertent
["-"]Lihat β†’
Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat / Persentase Sekolah SD yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah SD/MI yang peserta didiknya diperiksa kesehatannya melalui penjaringan kesehatan oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu
["-"]Lihat β†’
Persentase Balita Gizi Kurus (BB/TB)
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah balita 0 - 59 bulan dengan status kurus di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu / Jumlah balita 0- 59 bulan yang diukur pada wilayah dan kurun waktu yang sama x 100
["-"]Lihat β†’
Persentase Balita Gizi Kurang (BB/U)
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah balita 0 - 59 bulan dengan status gizi kurang di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu / Jumlah balita 0- 59 bulan yang ditimbang pada wilayah dan kurun waktu yang
["-"]Lihat β†’
Cakupan Pelayanan Kesehatan Balita
Persen β€’ Kabupaten
(Jumlah Balita usia 12 - 23 bulan yang mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar + Jumlah Balita usia 24 - 35 bulan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar + Balita usia 3
["-"]Lihat β†’
Cakupan Puskesmas Pembantu
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah Pembantu Puskesmas / Jumlah Seluruh Desa x 100%
["-"]Lihat β†’
Cakupan Puskesmas
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah Puskesmas / Jumlah Seluruh Kecamatan x 100%
["-"]Lihat β†’
Cakupan Kunjungan Bayi
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah Kunjungan Bayi memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standard di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu / jumlah seluruh bayi lahir hidup di satu wilayah kerja pada ku
["-"]Lihat β†’
Prevelensi HIV/AIDS dari total Populasi
Persen β€’ Kabupaten
Prevelensi HIV : Jumlah Pasien HIV di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu/ Jumlah Penduduk di satu wilayah kerja pada kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Tingkat kematian Akibat Malaria (Kabupaten Tangerang bebas Malaria)
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah kasus meninggal karena malaria di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu / Jumlah kasus malaria positif di wilayah dan kurun waktu yang sama Γ— 100
["-"]Lihat β†’
Persentase Penderita Positif Malaria yang Mendapat Pengobatan Standard
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah kasus malaria positif yang diobati sesuai standar program di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu / Jumlah kasus malaria positif di wilayah dan kurun waktu yang sama
["-"]Lihat β†’
Persentase Penderita Malaria Konfirmasi Laboratorium
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah sediaan darah diperiksa atau dikonfirmasi laboratorium di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu / Jumlah suspek di wilayah dan kurun waktu yang sama Γ— 100%
["-"]Lihat β†’
Angka Kejadian Malaria
per 100.000 β€’ Kabupaten
Penduduk yang menderita Malaria pada tahun tertentu/ Jumlah penduduk pada pertengahan tahun x 100,000
["-"]Lihat β†’
Cakupan Balita Diare yang mendapat Zinc
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah penderita diare Balita mendapat Zinc yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun Jumlah penderita diare Balita dilayani pad
["-"]Lihat β†’
Cakupan Diare Semua Umur yang mendapat oralit
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah penderita diare semua umur mendapat oralit yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun / Jumlah penderita diare semua umur
["-"]Lihat β†’
Cakupan Penderita diare Semua Umur dilayani
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah penderita diare semua umur yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun / Jumlah target penemuan penderita diare semua umur
["-"]Lihat β†’
Cakupan Penderita Penderita diare Balita dilayani
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah penderita diare Balita yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun / Jumlah target penemuan penderita diare Balita pada sa
["-"]Lihat β†’
CFR (Case Fatality Rate) Penyakit DBD
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah kematian yang disebabkan DBD pada kurun wakt u tahun te rtentu / Jumlah penderita penyakit DBD yang ditemukan pada kurun wakt u yang sama x 100 %
["-"]Lihat β†’
Angka Kesakitan DBD per 100.000 penduduk
per 100.000 β€’ Kabupaten
Jumlah kasus baru DBD pada kurun wakt u tertentu/ Jumlah populasi pada kurun wakt u yang sama x 100,000
["-"]Lihat β†’
Cakupan Penemuan dan Penanganan penderita penyakit DBD
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah Penderita DBD yang ditangani sesuai SOP di satu wilayah kerja selama 1 tahun / Jumlah Penderita DBD yang ditemukan di satu wilayah dalam kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Kematian Selama Pengobatan Tuberkulosis
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah pasien tuberkulosis yang meninggal oleh sebab apapun selama masa pengobatan tuberkulosis / Jumlah semua kasus tuberkulosis yang diobati dan dilaporkan pada kohort yang sama
["-"]Lihat β†’
Persentase Angka keberhasilan pengobatan : (Success Rate) pasien tuberkulosis semua kasus
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah semua kasus tuberkulosis yang sembuh dan pengobatan lengkap Jumlah semua kasus tuberkulosis yang diobati dan dilaporkan pada kohort yang sama Γ— 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Angka Pengobatan Lengkap (Complete Rate) semua Pasien Tuberkulosis
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah semua kasus tuberkulosis yang mendapat pengobatan lengkap Jumlah semua kasus tuberkulosis yang diobati dan dilaporkan pada kohort yang sama Γ— 100%
["-"]Lihat β†’
Proporsi Jumlah Kasus Tuberkulosis yang Diobati dan Sembuh (Redaksi permendagri : dalam program DOTS) Redaksi Kemenkes : Angka Kesembuhan (Cure Rate) Tuberkulosis Paru Terkonfirmasi Bakteriologis
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah kasus tuberkulosis Paru terkonfirmasi bakteriologis yang sembuh Jumlah kasus tuberkulosis Paru terkonfirmasi bakteriologis yang diobati dan dilaporkan pada kohort yang sama
["-"]Lihat β†’
Proporsi Jumlah Kasus Tuberkulosis yang Terdeteksi (Redaksi permendagri : yang terdeteksi DOTS)
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah Pasien Tuberkulosis BTA yang mendapat pengobatan/ Jumlah Pasien Baru TB Paru BTA yang diperkirakan ada di wilayah tersebut x 100%
["-"]Lihat β†’
Tingkat Kematian Karena Tuberkulosis (per 100.000 penduduk)
per 100.000 β€’ Kabupaten
Jumlah Pasien TB yang Meninggal/ Jumlah Penduduk dalam Kurun waktu yang sama x 100.000
["-"]Lihat β†’
Tingkat Prevalansi Tuberkulosis (per 100.000 penduduk)
per 100.000 β€’ Kabupaten
Banyaknya kasus penderita TBC (baru + lama) / Jumlah Penduduk pada kurun waktu yang salam x 100.000
["-"]Lihat β†’
Cakupan Penemuan dan Penanganan penderita penyakit TBC BTA
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah Penderita Baru TBC BTA (+) yang ditemukan dan diobati dalam satu wilayah kerja selama 1 tahun / Jumlah Perkiraan TBC BTA (+) yang ditemukan dan diobati dalam satu wilayah x
["-"]Lihat β†’
Persentase Balita Batuk / Kesukaran Bernafas yang Diberikan tata laksana standard
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah Balita Batuk atau Kesukaran Bernapas / Jumlah Balita Batuk atau Kesukaran Bernafas x 100%
["-"]Lihat β†’
Cakupan Balita Pneunomia yang Ditangani
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah penderita Pneumonia Balita yang ditangani dalam kurun waktu tertentu / Jumlah perkiraan penderita Pneumonia Balita di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Γ— 100%
["-"]Lihat β†’
Non Folio AFP rate per 100.000 penduduk < 15 tahun
per 100.000 β€’ Kabupaten
Jumlah kasus AFP Non Polio yang ditemukan diantara 100.000 penduduk berusia <15 tahun di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
["-"]Lihat β†’
Persentase Bayi yang Diimunisasi Dasar Lengkap
Persen β€’ Kabupaten
persentase bayi usia 0-11 bulan yang telah mendapatkan 1 dosis imunisasi Hepatitis B0, 1 dosis imunisasi BCG, 3 dosis DPT-HB-HIB, 4 dosis imunisasi polio oral (3 dosis imunisasi I
["-"]Lihat β†’
Persentase Bayi diimunisasi campak/ MR
Persen β€’ Kabupaten
persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan 1 dosis imunisasi campak/MR
["-"]Lihat β†’
Persentase Bayi diimunisasi Polio 4*
Persen β€’ Kabupaten
persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan imunisasi polio oral dosis ke 4
["-"]Lihat β†’
Persentase Bayi diimunisasi DPT-HB-Hib3
Persen β€’ Kabupaten
persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan 1 dosis imunisasi DPT-HB-Hib dosis ke 4
["-"]Lihat β†’
Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat perawatan
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan di Sarana Pelayanan Kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu / Jumlah Seluruh Balita Gizi Buruk yang ditemukan di suatu
["-"]Lihat β†’
Cakupan Desa /kelurahan Universal Child Immunization (UCI)
Persen β€’ Kabupaten
Desa/kelurahan : Universal Child Immunization (UCI) Desa/kelurahan dimana ? 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu
["-"]Lihat β†’
Cakupan Kunjungan Neonatal 3 Kali / KN Lengkap
Persen β€’ -
KN Lengkap : Pelayanan kunjungan neonatal lengkap, minimal 3 kali yaitu 1 kali pada usia 6 - 48 jam, 1 kali pada 3 - 7 hari, dan 1 kali pada 8 - 28 hari yang mendapatkan pelayan k
["-"]Lihat β†’
Cakupan Kunjungan Neonatal 1 Kali (KN1)
Persen β€’ Kabupaten
KN1 : Pelayanan kunjungan neonatal pertama pada 6-48 jam setelah lahir yang mendapatkan pelayan kesehatan neonatal esensial dengan menggunakan pendekatan MTBM (Manajeman Terpadu B
["-"]Lihat β†’
Cakupan Neonatus Dengan Komplikasi yang Ditangani
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah ibu nifas yang telah memperoleh pelayanan nifas sesuai standar KF3 di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu / Jumlah seluruh ibu nifas di wilayah dan dalam kurun wakt
["-"]Lihat β†’
Cakupan Ibu Nifas Mendapat Vitamin A
Persen β€’ Kabupaten
Ibu Nifas Mendapat Vitamin A : Ibu yang baru melahirkan atau nifas yang mendapatkan kapsul vitamin A 200.000 SI sehingga bayinya akan memperoleh vitamin A melalui ASI di satu wila
["-"]Lihat β†’
Cakupan Pelayanan Nifas KF2
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah ibu nifas yang telah memperoleh pelayanan nifas sesuai standar KF2 di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Jumlah seluruh ibu nifas di wilayah dan dalam kurun waktu
["-"]Lihat β†’
Cakupan Pelayanan Nifas KF1
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah ibu nifas yang telah memperoleh pelayanan nifas sesuai standar KF1 di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Jumlah seluruh ibu nifas di wilayah dan dalam kurun waktu
["-"]Lihat β†’
Cakupan pertolongan persalinan di fasilitas Pelayanan kesehatan
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah ibu bersalin mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu / Jumlah ibu bersalin di wilaya
["-"]Lihat β†’
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah ibu hamil yang memperoleh pelayanan antenatal K4 sesuai standar di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu/ Jumlah seluruh ibu hamil di wilayah dan dalam kurun waktu ya
["-"]Lihat β†’
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K1
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah ibu hamil yang memperoleh pelayanan antenatal K1 sesuai standar di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu/ Jumlah seluruh ibu hamil di wilayah dan dalam kurun waktu ya
["-"]Lihat β†’
Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu / Jumlah ibu bersalin di wilayah dan dalam kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Rasio Tenaga Medis per Satuan Penduduk
per1000 β€’ Kabupaten
Jumlah Tenaga Medis / Jumlah Penduduk x 1000
["-"]Lihat β†’
Rasio Dokter Gigi Spesialis per Satuan Penduduk
per 1000 β€’ Kabupaten
Rasio Dokter Gigi Spesialis per 100.000 penduduk adalah dokter gigi spesialis yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan saran
[]Lihat β†’
Rasio Dokter Gigi per Satuan Penduduk
per 1000 β€’ Kabupaten
Rasio Dokter Gigi per 100.000 penduduk adalah dokter gigi yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehata
["-"]Lihat β†’
Rasio Dokter Spesialis per Satuan Penduduk
per 1000 β€’ Kabupaten
Rasio Dokter Spesialis per 100.000 penduduk adalah dokter spesialis yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayana
["-"]Lihat β†’
Rasio Rumah Sakit per Satuan Penduduk
per 1000 β€’ Kabupaten
Jumlah Rumah sakit/ Jumlah Penduduk x 1000
["-"]Lihat β†’
Rasio Poliklinik
per1000 β€’ Kabupaten
Jumlah Poliklinik/Jumlah Penduduk x 1000
["-"]Lihat β†’
Rasio Puskesmas Pembantu
per 1000 β€’ Kabupaten
Jumlah Puskesmas Pembantu/Jumlah Penduduk x 1000
["-"]Lihat β†’
Rasio Puskesmas
per 1000 β€’ Kabupaten
Jumlah Puskesmas/Jumlah Penduduk x 1000
["-"]Lihat β†’
Persentase Posyandu Aktif
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah Posyandu (Purnama + Mandiri) di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu/ Jumlah seluruh posyandu yang ada di wilayah dan pada kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Posyandu Mandiri
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah Posyandu Mandiri di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu/ Jumlah seluruh posyandu yang ada di wilayah dan pada kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Posyandu Purnama
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah Posyandu Purnama di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu/ Jumlah seluruh posyandu yang ada di wilayah dan pada kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Persentase Posyandu Madya
Persen β€’ Kabupaten
Jumlah Posyandu Madya di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu/ Jumlah seluruh posyandu yang ada di wilayah dan pada kurun waktu yang sama x 100%
["-"]Lihat β†’
Rasio Posyandu per satuan balita
per 1000 β€’ Kabupaten
Jumlah Posyandu/ Jumlah Balita x 1000
["-"]Lihat β†’
Angka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup
per 100.000 β€’ Kabupaten
Angka Kematian Ibu : Kematian perempuan selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh keham
["-"]Lihat β†’
Angka Kematian Neonatal per 1000 Kelahiran Hidup
per 1000 β€’ Kabupaten
Jumlah anak yang dilahirkan pada tahun tertentu dan meninggal dalam periode 28 hari pertama kehidupan dan dinyatakan sebagai angka per 1000 kelahiran hidup
["Angka Kematian Neonatal per 1000 kelahiran hidup"]Lihat β†’
Angka Kematian Balita per 1000 Kelahiran Hidup
per 1000 β€’ Kabupaten
Jumlah kematian anak berusia 0-4 tahun (0-59 bulan) pada tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun yang sama (termasuk kematian bayi).
["Angka Kematian Balita per 1000 Kelahiran Hidup"]Lihat β†’
Angka Kelangsungan Hidup Bayi
per 1000 β€’ Kabupaten
Angka kelangsungan hidup bayi adalah probabilitas bayi hidup sampai dengan usia 1 tahun.
["Angka Kelangsungan Hidup Bayi"]Lihat β†’
Angka Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Hidup
per 1000 β€’ Kabupaten
Angka yang menunjukkan banyaknya kematian bayi usia 0 tahun dari setiap 1000 kelahiran hidup pada tahun tertentu atau dapat dikatakan juga sebagai probabilitas bayi meninggal sebel
["Angka Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Hidup"]Lihat β†’
Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit
Persen β€’ Kabupaten
Ukuran yang digunakan untuk menggambarkan tingkat pemanfaatan, mutu, serta efisiensi pelayanan rawat inap di rumah sakit,
["Bed Occupancy Rate (BOR)", "Average Length of Stay (ALOS)", "Turn Over Interval (TOI)", "Bed Turn Over (BTO)", "Gross Death Rate (GDR)", "Net Death Rate (NDR)"]Lihat β†’
Angka Kematian Pasien di Rumah Sakit
Persen β€’ Kabupaten
Proporsi pasien rawat inap yang meninggal di rumah sakit terhadap seluruh pasien rawat inap yang keluar (hidup maupun meninggal) dalam periode tertentu
["Rumah Sakit", "Tempat Tidur", "Pasien Keluar (Hidup + Mati)", "Pasien Keluar Mati", "Gross Death Rate", "Net Death Rate"]Lihat β†’
Persentase Rumah Sakit Dengan Kemampuan Pelayanan Gawat Darurat Level 1
Persen β€’ Kabupaten
Ketentuan umum pelayanan gawat darurat level 1 mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 47 tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan
["Rumah Sakit", "Rumah Sakit Umum", "Rumah Sakit Khusus"]Lihat β†’
Jumlah Kunjungan Pasien Baru Rawat Jalan, Rawat Inap, dan Kunjungan Gangguan Jiwa di Sarana Pelayanan Kesehatan
Orang β€’ Kabupaten
Perhitungan dan laporan jumlah kunjungan pasien baru pada Sarana Pelayanan Kesehatan. Rawat Jalan Baru adalah kunjungan pertama pasien di rawat jalan dalam setahun, tanpa menginap.
["Kunjungan Pasien Baru", "Pasien Baru Rawat Jalan", "Pasien Baru Rawat Inap", "Pasien Gangguan Jiwa"]Lihat β†’
Jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan Menurut Kepemilikan
Unit β€’ Kabupaten
Perhitungan dan laporan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan suatu wilayah, dikelompokkan berdasarkan jenis fasilitas serta klasifikasi kepemilikan atau pengelolaannyaβ€”seperti Peme
["Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes)", "Kepemilikan"]Lihat β†’
Jumlah Kelahiran Menurut jenis Kelamin, kecamatan dan puskesmas
Jiwa β€’ Kabupaten
Jumlah Lahir Hidup maupun Lahir Mati. Lahir Hidup adalah Suatu kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan, dimana bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupa
["Kelahiran", "Lahir Hidup", "Lahir Mati", "Angka Lahir Mati per 1000 Kelahiran"]Lihat β†’